Pratikno Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat berada di Posko Gabungan Ponpes Al Khoziny, Kamis (2/10/2025)
Sidoarjo, mili.id – Tim SAR gabungan resmi memulai tahap lanjutan evakuasi reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10/2025) malam. Setelah melakukan asesmen dan identifikasi berulang, petugas tidak lagi menemukan tanda-tanda kehidupan di lokasi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, yang hadir di Posko Gabungan, menyatakan penggunaan alat berat dilakukan setelah mendapat persetujuan keluarga korban.
Baca juga: Tim SAR Temukan Jenazah Alfin, Bocah 5 Tahun yang Tenggelam di Sungai Gedangan Jombang
“Tidak lagi ada tanda-tanda ditemukan kehidupan. Itu sudah dijelaskan kepada keluarga dan keluarga setuju untuk penggunaan alat berat. Namun tetap digunakan dengan sangat hati-hati,” kata Pratikno.
Ia berharap proses pengangkatan puing berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera dievakuasi. “Semoga para korban bisa segera ditemukan, dan keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” tambahnya.
Baca juga: Wisatawan USA Terjatuh dari Tangga Pantai Atuh Bali, Ini Identitas dan Kondisinya
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyebut berdasarkan data absensi santri, masih ada 59 orang yang belum diketahui keberadaannya.
“Nah, sekarang yang masih hilang, yang ada datanya, yang ada fotonya itu sementara terdata 59 orang. Di mana itu? Kita tidak tahu,” ujarnya.
Baca juga: Tangan Palsu untuk Nur Ahmad, Santri Surabaya Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny
Ia berharap jumlah tersebut bukan sepenuhnya korban yang tertimbun reruntuhan. “Mudah-mudahan saya pribadi berdoa 59 orang itu tidak semuanya berada di bawah reruntuhan,” tandas Suharyanto.
Editor : Muhammad
