BPN Kota Bima Tegaskan Komitmen Reformasi Agraria di Peringatan Hantaru 2025

BPN Kota Bima Tegaskan Komitmen Reformasi Agraria di Peringatan Hantaru 2025 © mili.id

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bima, Hodidjah

Bima,mili.id-Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) 2025 di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bima, Kamis (2/10/2025), berlangsung penuh makna. Momentum tahunan yang jatuh setiap 24 September ini bukan sekadar seremoni, melainkan dijadikan pengingat penting oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Bima, Hodidjah, untuk menuntaskan reformasi agraria dan menjamin keadilan ruang bagi masyarakat.

Dengan tema “Tanah Terjaga, Ruang Tertata Wujudkan Astacita”, Hodidjah menegaskan bahwa BPN Kota Bima tidak hanya berfokus pada penerbitan sertifikat tanah, tetapi juga berkomitmen membangun fondasi pengelolaan agraria yang berkelanjutan di tengah berbagai persoalan. Ia mengakui masih ada tantangan besar seperti kepastian hukum atas tanah, sengketa lahan, dan pemanfaatan ruang yang belum optimal. Namun, ia menegaskan bahwa hak-hak masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Masih ada beberapa isu pertanahan, namun kami yakinkan bahwa hak-hak masyarakat tetap terjamin,” tegas Hodidjah. Ia menambahkan bahwa masyarakat juga harus berperan aktif menjaga penguasaan, pemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah dengan bijak. “Tanah dan ruang adalah warisan bagi generasi mendatang, bukan sekadar milik kita saat ini,” ujarnya.

Menurut Hodidjah, Hantaru menjadi momentum reflektif untuk mengingatkan publik tentang pentingnya tata kelola tanah dan ruang yang adil serta berorientasi pada kesejahteraan. Melalui tata kelola yang baik dan kolaboratif, BPN Kota Bima berharap dapat mewujudkan cita-cita besar Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960, yakni pemerataan akses tanah, pencegahan konflik, pemanfaatan lahan secara efisien, perlindungan lingkungan, dan pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi masa depan.

“Dengan tanah yang terjaga dan ruang yang tertata, kita berharap dapat mewujudkan Kota Bima yang sejahtera,” pungkasnya.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait