Pemprov Jatim Tanggung Beaya Pengobatan Non RSUD Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny

Pemprov Jatim Tanggung Beaya Pengobatan Non RSUD Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny © mili.id

Sidoarjo, mili.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemerintah provinsi akan menanggung biaya layanan kesehatan non RSUD pada korban peristiwa ambruknya Musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

Selain itu seluruh RS di wilayah Kab Sidoarjo dan Kota Surabaya juga telah disiagakan untuk menerima rujukan korban yang dapat dievakuasi.

Baca juga: Pemprov Jatim Pastikan Pengambilan PIN SPMB Tetap Bisa Tanpa SKL, Antrean Terpantau Lancar

"Kepada wali santri saya sampaikan layanan kesehatan non RSUD akan dicover oleh Pemprov bahkan Dinkes sudah mengkonfirmasi ke rumah-rumah sakit. Tidak ada yang terkesan sulit. Sementara RSUD Sidoarjo ditanggung Pemkab Sidoarjo," ungkap Khofifah.

Lebih lanjut, Dinas Kesehatan juga menugaskan tim EMT untuk memberikan bantuan dalam proses evakuasi, pertolongan pertama dan rujukan.

Beberapa tim EMT dari RS, Dinas Kesehatan Kabupaten dan relawan juga bersiaga di lokasi untuk membantu proses rujukan pasien ke RS terdekat.

Selain itu, ada tim DVI dari Polda yang standby, tim Pemprov, pemkab, Basarnas, Polda, polri, TNI untuk memberikan layanan kepada mereka sedang menunggu keluarganya.

Baca juga: Pancasila Jadi Fondasi Perdamaian Dunia, Khofifah: Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global

"Bersama-sama mencari solusi dan bergotong royong memberikan pertolongan kepada para santri yang masih dalam proses evakuasi," jelasnya.

Sebagai informasi, penyebab robohnya Musholla Ponpes Al-Khoziny di Jl. Kh Hamdani No 25, RT.06/RW.02, Ds. Sawahan, Kec. Buduran akibat struktur atap bangunan yang terbuat dari kayu dan masih dalam proses pengecoran yang tidak mampu menahan pondasi bangunan

Sejak pagi dilakukan pengecoran lantai 4 musholla Ponpes Al-Khoziny. Ketika dilaksanakan Sholat Ashar berjamaah pada pukul 15.00 WIB, tiang pondasi tidak kuat menahan beban cor-coran dan mengakibatkan bangunan runtuh hingga lantai dasar.

Baca juga: Bakorwil Malang Perkuat Green Forestry dan Green Economy untuk Pembangunan Berkelanjutan

"Kita semua berduka, prihatin ada kejadian ini. Pasti kita semua akan melakukan evaluasi bagaimana ruang yang aman bagi seluruh santri maupun peserta didik, saya rasa perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh," pungkasnya.

Disampaikan Khofifah, saat ini, BPBD, Basarnas dan relawan bersama pihak kepolisian dan TNI masih terus melakukan penyisiran di antara reruntuhan untuk memastikan penanganan korban.

“Berdasarkan data BPBD Jatim, perkembangan kejadian hari ini (30/9) pukul 11.00 WIB dengan data yang masih berkembang, total korban yang telah teridentifikasi sebanyak 100 orang. Terdiri dari pasien rawat inap sebanyak 26 orang, pasien telah kembali pulang sebanyak 70 orang, 1 orang pasien dirujuk dari RS Siti Hajjar ke RSI Sakinah Mojokerto, dan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang. Proses evakuasi masih berlangsung," ujarnya.

Editor : Fahrizal Tito



Berita Terkait