Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)
Surabaya, mili.id - Patung Ayam Jago di Lidah Wetan, kini menjadi ikon baru di Kota Surabaya.
Monumen Ayam Jago itu telah berdiri gagah di Lidah Wetan. Ikon baru ini menyimpan makna mendalam, sebagai simbol perjuangan Raden Sawunggaling, pahlawan legendaris yang menjadi cikal bakal Kota Surabaya.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa monumen ini didirikan untuk mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, tentang sejarah luhur kotanya.
Dengan adanya monumen ini, diharapkan kisah-kisah legendaris seperti Sawunggaling tidak lagi hanya diceritakan dari mulut ke mulut, melainkan diabadikan dalam bentuk yang nyata, kokoh, dan penuh makna.
"Patung itu menunjukkan Surabaya ini tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Jadi, Surabaya itu ceritanya berasal dari Joko Bereg," ujar Eri Cahyadi, Jumat (19/9/2025).
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa Joko Bereg merupakan nama lain dari Raden Sawunggaling. Dalam cerita legenda turun-temurun, Joko Bereg datang ke Surabaya bersama ayam jagonya untuk mencari ayah kandungnya, Adipati Jayengrono.
"Kedatangan Joko Bereg disambut tantangan oleh dua saudara tirinya, Sawungrana dan Sawungsari, yang meragukan statusnya. Joko Bereg kemudian membuktikan identitasnya melalui adu ayam yang dimenangkan oleh ayam jagonya," jelas dia.
Eri Cahyadi berharap, kisah dan semangat Sawunggaling yang direpresentasikan oleh patung ini dapat menular kepada seluruh warga Surabaya.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
"Dengan patung itu, dimunculkan kembali semangat arek Surabaya, semangat Sawunggaling. Diharapkan kita diingatkan untuk melihat perjuangan Sawunggaling, bagaimana beliau babat alas atau membuka lahan Surabaya," papar dia.
Lebih dari sekadar mengenang sejarah, patung ini diharapkan menjadi pengingat untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan, kekeluargaan, dan keamanan.
Di masa lalu, Sawunggaling dikenal sebagai sosok yang berani melawan penjajah Belanda. Ayam jagonya pun menjadi simbol keberanian, keteguhan, dan kemenangan yang selalu menyertai perlawanannya.
"Semangat kita adalah kembali seperti dulu, seperti saat kita 'babat alas' Surabaya. Dijaga persatuannya, dijaga keamanannya, dijaga kekeluargaannya," tegasnya.
Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir
Menurut Eri Cahyadi, patung Ayam Jago ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol, tetapi juga menjadi ikon destinasi baru di kawasan Lidah Wetan, yang strategis karena lokasinya tak jauh dari makam Raden Sawunggaling.
Keberadaannya seolah menjadi gerbang simbolis yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai sejarah kota.
"Monumen ini bukan hanya pengingat bagi warga Surabaya, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak sejarah Kota Pahlawan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
