Jukir Mie Gacoan se Surabaya Wadul Ke DPRD, Begini Duduk Perkaranya

Jukir Mie Gacoan se Surabaya Wadul Ke DPRD, Begini Duduk Perkaranya © mili.id

Ketua Umum Paguyuban Juru Parkir Surabaya, Izul Fiqri di Gedung DPRD Surabaya (Foto: Bejo/mili.id)

Surabaya, mili.id - Juru parkir (jukir) Mie Gacoan se Kota Pahlawan wadul ke DPRD Surabaya terkait status pengelolaan parkir restoran mie tersebut, yang akan dilakukan pihak lain.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) Izul Fiqri di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (21/8/2025).

Baca juga: Anas Karno Dorong Gen Z Bangun Ekonomi Kreatif Kampung

Izul mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan hearing atau dengar pendapat terkait status pengelolaan parkir yang berada di halaman Mie Gacoan se Surabaya.

"Kami datang ke dewan ini mau menyampaikan keluhan teman-teman juru parkir Mie Gacoan. Minggu kemarin Mie Gacoan melakukan pemutusan kontrak sepihak, padahal MoU-nya masih berlaku," terang Izul usai menerima surat tanda terima laporan hearing ke Sekretaris Dewan (Sekwan).

Baca juga: Ketua LPMK Kalijudan Tuding Eri Cahyadi Ingkar Janji, Polemik Tarif SWK Kian Memanas

Menurutnya, Mie Gacoan harus bijak, di mana pengelolaan parkir yang lama, yang notabene pemangku wilayah masing-masing harus diajak berkomunikasi dengan baik.

"Ada RT, RW dan karang taruna ini diajak komunikasi yang baik. Jangan melakukan tindakan yang seakan-akan, semena-mena, apalagi kemarin satu minggu yang lalu, hari Kamis, Mie Gacoan mengundang seluruh kordinator parkir se Surabaya untuk membahas pengelolaan parkir," ungkapnya.

Baca juga: Ibu Hamil 7 Bulan di Surabaya Diadili dalam Kasus Peredaran 18,4 Gram Sabu

Izul menyayangkan dalam pertemuan tersebut tidak membahas tentang pengelolaan parkir, tapi justu membahas pengenalan vendor parkir dari luar Surabaya dan tidak lagi dikelola warga setempat.

"Dalam pertemuan itu pembukaannya bukan membahas pengelolaan parkir, malah mengenalkan vendor parkir yang baru. Ya jelas kaget pengelola yang lama. Pak walikota pernah menyampaikan bahwa pengelolaan parkir harus dari vendor Surabaya bukan dari luar," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait