BP House Museum Indonesia, Kadindik Jatim: Media Belajar Sejarah Pramuka Terlengkap

BP House Museum Indonesia, Kadindik Jatim: Media Belajar Sejarah Pramuka Terlengkap © mili.id

Surabaya, mili.id - Ribuan badges dan patches Pramuka dari berbagai negara di dunia tertata rapi di Museum Baden Pawel House (B-P House) Indonesia. Setidaknya, terdapat 32.000 koleksi tersimpan dan tertata rapi di lobby Komplek Universitas Adi Buana, Jl. Ngagel Dadi III B No.37, Ngagelrejo.

Museum Pramuka terlengkap di Indonesia ini pun ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai.

Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna

Beterpatan dengan kunjungan ini, Museum Mini Baden Powell House (BP House) Indonesia juga menggelar pameran bertema Scouting America Exhibition untuk memperingati Hari Pramuka ke-64 yang jatuh pada 14 Agustus 2025. Pameran ini akan dibuka pada April-September 2025.

Pameran ini menampilkan beragam koleksi atribut kepramukaan dari Amerika, mulai dari seragam, tanda pengenal, hingga perlengkapan khas yang digunakan pandu di berbagai negara bagian.

Didampingi Ketua Scout Kolektors Society Di Indonesia Djoko Adi Walujo, Aries seolah bernostalgia kembali akan kegiatan kepramukaan yang pernah dia ikuti. Bahkan disela-sela perbincangannya dengan Djoko, ia teringat saat masa-masa dibangku sekolah, bagaimana ia sangat mengingat betul nama panjang bapak Pramuka International, Robert Baden Powell.

"Dulu saat masih dibangku sekolah dasar saya ingat betul nama-nama bapak Pramuka. Nama lengkap dan panjangnya. Bahkan sampai saya tulis beserta gelarnya. Sekarang berkesempatan mengunjungi Museum Pramuka serasa nostalgia mengingat kembali sejarah pramuka," ujar Aries mengungkapkan rasa bahagianya mengunjungi Museum Pramuka BP House.

Mantan Pj Wali Kota Batu ini juga mengapresiasi adanya pameran sebagai momentum yang tepat untuk menghidupkan kembali semangat kepanduan di kalangan pelajar.

“Pramuka adalah bagian dari jiwa kepemimpinan, toleransi, dan kebersamaan yang terus tumbuh. Saya asli orang Pramuka sejak kecil, jadi tahu betul bagaimana kegiatan ini membentuk karakter. Museum seperti BP House bisa menjadi wadah belajar yang berharga bagi siswa,” ungkap anggota Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka (Mabida).

Menurut Aries, di tengah perkembangan teknologi yang membuat anak-anak lebih banyak berinteraksi di dunia digital, kunjungan ke museum tematik seperti BP House menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kembali sejarah dan nilai-nilai Pramuka.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

“Dari kunjungan ini mereka bisa membentuk kelompok ddiskus yang merupakanbbagian pembelajaran. Melihat hasil pramuka. Mereka bisa mereview kembali, siapa Bapak Pandu Dunia, bagaimana sejarahnya, dan apa makna setiap atribut yang dipamerkan,” tambahnya.

Aries juga mengapresiasi Kak Djoko Adu Walujo, Pendiri BP House sekaligus kolektor atribut pramuka sehingga Museum bisa terbentuk dan menjadi sarjana belajar sejarah bagi para murid. Menurutnya, didirikannya BP House tentu membuahkan inspirasi yang mendalam.

"Bagaimana kak Djoko ini mengumpulkan seluruh atribut pandu di dunia. Ini tidak mudah. Harus telaten, harus punya jiwa traveling dan harus punya sahabat yang luas sehingga bisa mengumpulkan atribut, badges dan pandu yang sangat lengkap ini," terang Aries.

Sementara itu, Pendiri BP House Indonesia, Djoko Adi Walujo, menjelaskan pameran ini merupakan bagian dari upaya mengedukasi masyarakat tentang sejarah Pramuka internasional.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

“Tema Scouting America Exhibition kami pilih karena koleksi dari Amerika cukup lengkap dan unik. Pameran ini berlangsung hingga November, sehingga juga memberi kesempatan pengunjung dari luar negeri untuk datang,” terangnya.

Djoko menambahkan, museum yang terletak di kompleks Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Kampus I Surabaya ini dibuka secara gratis untuk pelajar maupun masyarakat umum.

“Kegiatan seperti ini bisa menjadi pendidikan luar kelas yang menyenangkan, sekaligus menghilangkan kejenuhan belajar di sekolah,” ujarnya.

BP House Indonesia sendiri menyimpan lebih dari 10 ribu koleksi atribut Pramuka dari 32 negara. Serta 32 ribu badges dan patches dari seluruh negara di dunia.

Pameran kali ini diharapkan menjadi sarana belajar yang interaktif sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menumbuhkan kembali semangat pengabdian, pelayanan, dan cinta tanah air yang menjadi jiwa Pramuka.

Editor : Redaksi



Berita Terkait