PENS-IEEE Gelar IES 2025, Pengembang Teknologi Mancanegara Bahas Inovasi-Kolaborasi

PENS-IEEE Gelar IES 2025, Pengembang Teknologi Mancanegara Bahas Inovasi-Kolaborasi © mili.id

Para peneliti sekaligus pengembang teknologi dari berbagai negera sebagai peserta International Electronics Symposium (IES) 2025 yang digelar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Surabaya, mili.id - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kolaborasi dengan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), menggelar International Electronics Symposium (IES) 2025 bertema Intelligent Connectivity: Enabling Green ICT in Emerging Technology Services for Sustainable Living, di Surabaya pada 5-7 Agustus 2025.

Seminar tahunan yang diikuti oleh para peneliti sekaligus pengembang teknologi dari dalam dan luar negeri ini untuk menekankan pada integrasi dan pengelolaan lalu lintas data berbasis AI untuk diterapkan dalam berbagai sektor.

Baca juga: Indonesia dan India Sepakati 16 Kerja Sama Strategis

Hadir sebagai pembicara utama pada kegiatan ini, Profesor Dong-Seong Kim dari Kumoh National Institute of Technology, Korea Selatan: Profesor Prof. David R. C. Hill dari University of Clermont Auvergne, Prancis; Profesor Kosuke Takano dari Kanagawa Institute of Technology, Jepang; dan Profesor Amang Sudarsono dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Indonesia.

Profesor Kosuke Takano dari Kanagawa Institute of Technology, Jepang, memaparkan tentang Emotion AI in EducationProfesor Kosuke Takano dari Kanagawa Institute of Technology, Jepang, memaparkan tentang Emotion AI in Education

Tak hanya itu seminar ini juga menarik perhatian mitra akademis internasional PENS dari Universitas Musashino, Universitas Keio, Jepang, Universiti Teknologi Malaysia, dan beberapa perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

General Chair IES 2025, Ahmad Zainudin, S.ST, MT, Ph.D menyampaikan tahun ini merupakan tahun yang menggembirakan, karena panitia menerima 419 makalah. Dari jumlah tersebut, 161 diterima, sehingga tingkat penerimaannya sekitar 38%.

Baca juga: Ratusan Peserta Antusias Ikuti Build with AI Surabaya 2026 yang Digelar GDG

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua penulis dan peninjau atas kerja keras dan kepercayaannya pada kegiatan ini. Kami juga merasa sangat terhormat dapat bergabung dengan tamu dan mitra-mitra dari seluruh dunia, rekan-rekan IEEE Indonesia Section,” kata Ahmad Zainudin pada sambutannya.

Ahmad Zainudin pun menambahkan jika pada penyelenggaraan tahun ini terdapat dua jalur simposium utama, yaitu IES tentang Teknologi dan Aplikasi Rekayasa (IES-ETA) dan IES tentang Penciptaan Pengetahuan dan Komputasi Cerdas (IES-KCIC).

Selain itu panitia juga menyelenggarakan enam lokakarya internasional bertema Teknologi Imersif, Kecerdasan Buatan & Sistem Peta Dunia 5D, Inovasi untuk Ketahanan Energi, Jaringan Nirkabel Cerdas, Sistem Transportasi Cerdas, dan Sinergi Manusia-Mesin. Dan, lokakarya ini menawarkan pengalaman praktis dan wawasan terbaru di setiap bidang.

Baca juga: Terbongkar! Jaringan OTP Ilegal Bermodal Data Pribadi Ribuan Warga Dibekuk Polda Jatim

Sementara itu, Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, ST., M.Eng. menyampaikan jika semiar ini juga sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan potensi kerja sama antar perguruan tinggi maupun perguruan tinggi dengan industri.

“Kolaborasi dan kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan keilmuan, sekaligus mengeksplorasi teknologi baru untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. Kita bisa memanfaatkan momen ini untuk mendorong inovasi dan membawa perubahan positif bagi masyarakat kita,” tegas Arif.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait