Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Koperasi Merah Putih Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. (Foto: Karina/mili.id).
Mojokerto, mili.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Gempol Kerep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/72025).
Kunjungan ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Jawa Timur dalam mendukung akselerasi pendirian dan operasional KDMP yang menjadi bagian dari program unggulan nasional Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
KDMP dibangun dengan tujuan memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemerataan akses pangan dan kebutuhan pokok.
Khofifah menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah KDMP terbanyak secara nasional.
Dari total 103 koperasi yang sudah siap beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 23 di antaranya berada di Jawa Timur.
"Di Jawa Timur semua desa dan kelurahan sudah memiliki Koperasi Merah Putih," kata Khofifah dalam keterangannya di sela kunjungan.
Ia menambahkan, selain unggul dalam jumlah, KDMP di Jawa Timur juga menjadi yang tercepat dalam proses legalisasi berbadan hukum di antara semua provinsi di Indonesia.
"Insya Allah, Jatim terdepan jumlahnya paling banyak dan paling cepat berbadan hukum," jelasnya.
Khofifah mengatakan bahwa Koperasi Merah Putih dibangun dengan sistem konektivitas terpadu. Tidak hanya melibatkan Bulog untuk distribusi sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula, KDMP juga terintegrasi dengan Pertamina dalam penyediaan LPG dan Pertashop, serta dengan Pupuk Indonesia dan Pos Indonesia untuk distribusi pupuk dan layanan logistik.
"Saya melihat koperasi di sini sudah lengkap, ada kliniknya, ada penjualan LPG dan pupuk. Ini menunjukkan pelayanan yang menyeluruh kepada masyarakat," ungkapnya.
Khofifah menekankan pentingnya KDMP dalam memutus rantai distribusi pasok yang panjang dan mahal.
Dengan adanya koperasi di tingkat desa dan kelurahan, distribusi logistik dapat menjadi lebih efisien dan harga barang kebutuhan pokok dapat lebih terjangkau bagi masyarakat.
Baca juga: Khofifah Gelar Pasar Murah Perkuat Daya Beli Masyarakat Pamekasan
"Kalau ide besarnya untuk memutus mata rantai pasok, maka logistik itu paling signifikan untuk mewujudkannya," ujarnya.
Mantan Mensos RI ini berharap keberadaan koperasi ini dapat memberikan akses pelayanan kesehatan dan obat-obatan yang lebih murah dan dekat dengan masyarakat.
Selain itu, juga menjadi salah satu solusi strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal dan menciptakan pemerataan kesejahteraan di seluruh pelosok negeri, dimulai dari desa dan kelurahan.
"Harapannya memang obat juga lebih murah sampai kepada masyarakat dan lebih dekat," pungkas Khofifah.
Editor : Narendra Bakrie
