Kadinkes Jatim Optimis Kontribusi Pramuka untuk Pembangunan Kesehatan

Kadinkes Jatim Optimis Kontribusi Pramuka untuk Pembangunan Kesehatan © mili.id

Dinas Kesehatan Jawa Timur bekerjasama dengan Kwarda Gerakan Pramuka menggelar Perkemahan Bakti Daerah Saka Bakti Husada Ke-VII Tahun 2025 (Foto: Dinkes Jatim for mili.id)

Mojokerto, mili.id - Dinas Kesehatan Jawa Timur bekerjasama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka setempat menggelar Perkemahan Bakti Daerah (Pertida) Saka Bakti Husada (SBH) Ke-VII Tahun 2025.

Pertida Saka Bakti Husada Ke-VII Tahun 2025 ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Alas Soeko Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Pemuda Pramuka Asal Sumsel Jalan Kaki Keliling Indonesia, Singgah di Bojonegoro

Kegiatan yang mengangkat tema "Pramuka sebagai Kader Kesehatan" ini diikuti 491 peserta. Kegiatan digelar tanggal 17 sampai 20 Juni 2025. Tujuannya untuk membentuk generasi muda yang peduli dan berdaya dalam pembangunan kesehatan.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarda Jawa Timur, H.M. Arum Sabil menjelaskan bahwa Pertida ini bukanlah sekadar perkemahan, tapi juga sebagai ladang belajar dan perjuangan pramuka untuk turut serta dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

"Momentum kali ini merupakan panggilan jiwa kita sebagai pramuka untuk turut serta membangun Indonesia yang lebih sehat dan lebih kuat," ujar Arum Sabil saat membuka Pertida SBH Ke-VII Tahun 2025 itu.

Ia mengatakan bahwa tantangan kesehatan yang saat ini dihadapi tidak sedikit, salah satunya kasus stunting yang masih menjadi masalah serius nasional.

Sehingga hal itu membutuhkan perhatian dari seluruh pihakbaik pemerintah, tenaga medis termasuk anggota Pramuka Bakti Husada.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI tanggal 26 Mei 2025, prevalensi stunting Jatim turun signifikan menjadi 14,7 persen dan merupakan yang terbaik kedua nasional setelah Bali.

Namun, Jawa Timur tetap berusaha mencapai target prevalensi stunting sebesar 14 persen.

"Oleh karena itu, posisi kita sebagai Pramuka Bakti Husada menjadi strategis, bukan hanya penonton sejarah, bukan hanya diam ketika ada masalah, kita adalah pelaku perubahan, kita adalah solusi untuk masa depan," terang Arum Sabil.

Pramuka Bakti Husada bisa memulai dari hal sederhana, menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pola makan sehat dan gizi seimbang, mengajak ibu-ibu memberikan asi eksklusif dan makanan pendamping yang bergizi, membantu kader di posyandu dalam pelayanan terpadu di desa, membuat kampanye digital tentang hidup sehat dan bahaya stunting di media sosial serta menjadi contoh gaya hidup sehat di lingkungannya masing-masing.

Baca juga: Patroli Jalan Kaki, Polisi Sapa Wisatawan di Pulau Pramuka

"Tidak ada Indonesia Emas 2045 kalau kita abai hari ini. Maka, mari kita mulai dari Pertida ini. Kita hidupkan semangat kolaborasi. Kita kobarkan api pengabdian dan kita teguhkan komitmen untuk terus berkarya demi bangsa," tandas Arum Sabil.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Kadinkes Jatim) Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono menyampaikan bahwa kegiatan Pertida ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pramuka penegak dan pandega agar lebih kompeten, inovatif dan berdaya di bidang kesehatan.

Serta, dapat menambah pengalaman praktis dan memperluas wawasan peserta melalui berbagai aktivitas berbasis sesehatan baik teori maupun praktik.

"Dukungan terhadap gerakan sehat pada generasi muda ini sangat penting guna meningkatkan kepedulian kesehatan terutama terhadap diri sendiri dan lingkungan serta secara langsung dapat mendorong partisipasi aktif anggota pramuka dalam mensosialisasikan pentingnya kesehatan sejak dini," jelas Prof. Erwin.

Prof. Erwin menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh Kementerian Kesehatan. Sehingga kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif anggota pramuka dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas.

Baca juga: Kwarcab Pramuka Surabaya Gelar Raimuna, Catat Jadwal dan Lokasinya

Aktivitas yang diselenggarakan untuk mengasah kemampuan dan ketrampilan peserta ini terbagi dalam beberapa zona, antara lain zona umum, zona bakti, zona tantangan, zona edukasi, zona ketrampilan, zona perlombaan dan zona rekreasi.

Dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan ini para peserta diharapkan mendapatkan banyak ilmu baru terkait kesehatan, isu-isu baru seputar kesehatan serta juga pelatihan kepedulian terhadap sesama.

Di samping kegiatan untuk peserta, Dinkes Jatim juga menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis (Kida Bina Keluarga sehat & pengendali penyakit) untuk warga sekitar yang berlokasi di Balai Desa Sukosari dengan sasaran 100 orang.

"Semoga Pertida ini bukan hanya sekedar ajang pertemuan, tetapi peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan praktis serta memberikan kontribusi nyata dalam mengedukasi masyarakat terhadap isu-isu kesehatan. Dan pada akhirnya menjadi sebuah titik balik generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan dan kepedulian kesehatan masyarakat," ujar Prof. Erwin.

Harapannya, dengan diselenggarakannya agenda ini semoga dapat membantu pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat serta mempercepat pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait