Momen Penyelamatan Anakan Dugong yang Terpisah dari Induknya

Momen Penyelamatan Anakan Dugong yang Terpisah dari Induknya © mili.id

Anakan dugong yang terpisah dari induknya (Foto: KKP)

mili.id - Seekor anakan dugong (dugong dugon) terdampar setelah terpisah dari induknya.

Anakan dugong itu terdampar di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Batu Angus, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Baca juga: Bangun SDM Sehat, CTP Tollways Resmi Luncurkan Employee Wellness Program 2026

Penyelamatan dilakukan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Manado.

Penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama PSDKP Bitung, DKP Provinsi Sulawesi Utara, BKSDA Sulut, WCS, Yapeka, dan masyarakat setempat.

Anakan dugong pertama kali ditemukan oleh wisatawan pada 3 Mei dalam kondisi terpisah dari induknya.

Upaya pelepasliaran ke laut telah dilakukan, tapi dugong terus kembali ke lokasi awal. Untuk memastikan keselamatannya, tim memutuskan menempatkan dugong dalam karamba milik nelayan guna perawatan dan pemantauan intensif.

Plt Kepala BPSPL Makassar, A. Muhammad Ishak Yusma menyatakan bahwa timnya segera melakukan koordinasi dengan para mitra untuk merumuskan mekanisme penanganan.

Tindakan yang diambil meliputi pemantauan kondisi dugong dan pencarian induk dugong di sekitar lokasi dengan bantuan drone.

"Dugong berjenis kelamin betina itu memiliki panjang tubuh 128 sentimeter dan lingkar badan 70 sentimeeter, dengan beberapa luka di bagian mulut, sirip, ekor, perut, dan punggung," papar Ishak dikutip dari laman KKP, Selasa (13/5/2025).

Baca juga: Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka: Berbendera Malaysia, Diawaki 5 WN Myanmar

Tim juga melakukan penanganan medis dengan pemberian susu formula yang dicampur obat pereda nyeri, serta pengobatan luka dengan salep.

Setelah mendapat perawatan, dugong tampak lebih tenang dan beristirahat di tempat teduh. Sementara pemantauan melalui drone tidak menunjukkan keberadaan induknya di sekitar lokasi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara memberikan apresiasi atas langkah cepat dan kolaboratif semua pihak dalam menyelamatkan anakan dugong itu.

"Keterlibatan masyarakat dan wisatawan sangat penting dalam upaya konservasi spesies laut yang dilindungi. Edukasi publik menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut," ujar Koswara.

Baca juga: PNBP SDA Perikanan Jadi Jawaban Keadilan Berusaha

Koswara juga mengingatkan bahwa dugong merupakan mamalia laut langka yang tersebar di wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi.

Katanya, spesies ini dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut.

Populasi dugong terus terancam oleh siklus reproduksi yang lambat, kerusakan habitat, serta perburuan ilegal.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menekankan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati laut serta penguatan upaya konservasi spesies laut yang terancam punah melalui kolaborasi multipihak.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait