Hendrik Timoty dan M. Hafied menjelaskan keunggulan Matrik kepada pengunjung booth di Munas APEKSI 2025.
Surabaya, mili.id - PT. Madina Mitra Teknik (Matrik), perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) turut hadi dalam Munas VII APEKSI 2025 yang berlangsung di Grand City Convextion Hall, Surabaya yang digelar sejak Kamis-Sabtu, tanggal 8-10 Mei 2025.
Perusahaan yang telah berdiri lebih dari 10 tahun yang berfokus pada pembangunan smart city ini, siap menjawab permasalahan di setiap daerah menggunakan teknologi yang ia kembangkan.
Baca juga: Four Points by Sheraton Surabaya Gelar Trading Card Show Pertama di Surabaya
VP Sales Government PT Matrik, Hendrik Timoty mengatakan, Munas APEKSI ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
"Kami meyakini melalui Munas APEKSI 2025 ini, semua pimpinan dan jajaran Pemerintah Daerah juga berkomitmen untuk mewujudkan Program Asta Cita untuk menuju Indonesia Maju Indonesia Emas 2045," katanya, Jumat (9/5/2025).
Sementara VP Solution Architect PT Matrik, M. Hafied menambahkan, perusahaan ini bisa berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya seperti yang telah dilakukan bersama Pemda Yogyakarta.
Pihaknya mengimplementasikan sensor di beberapa ruas jalan di daerah Sleman dan Bantul, untuk mendeteksi adanya parkir liar. Sensor tersebut langsung terkoneksi dengan command center setempat.
"Ketika ada orang yang parkir liar, maka sensor tersebut memberikan alert, informasi kepada tim operator. Disitu juga ada data harian, bulanan yang menunjukkan titik rawan parkir liar," tambahnya.
Dia juga bercerita bila beberapa waktu lalu mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bersama Pemkot Surabaya dan membicarakan soal meningkatkan PAD.
"Kami sudah mulai dari RPJMD dan kami kemarin sudah mengikuti Musrenbang. Sehingga, target jangka pendek dan menengah hingga 2029 dalam hal ini fokusnya peningkatan PAD dengan menyelesaikan terkait permasalahan parkir liar," ungkapnya.
Baca juga: Suroboyo 10K 2026 Dibanjiri Ribuan Pelari, Hotel dan Kuliner Surabaya Ikut Terdongkrak
Nantinya, perusahaan tersebut akan memetakan pemilihan di ruas-ruas jalan yang menjadi titik rawan parkir liar. Disitu nanti disiapkan sebuah piranti dan perangkat seperti pool.
"Kalau ada orang mau parkir tinggal tapping, nanti disitu ada operator yang standby karena terkadang, sudah pernah dipasang namun ada yang mencuri atau merusak," jelasnya.
Untuk pembuatan pool tersebut, pemerintah setempat akan mendapat piranti dari Matrik secara gratis, namun pihaknya menggunakan skema profit sharing. Itupun hasil dari pool tersebut murni untuk merawat alat yang ada di tempat tersebut.
"Nanti seiring berjalannya waktu akan dibagi skema profit sharingnya, kalau secara aturan biasanya di 30 persen ini untuk pemerintah dan sisanya bisa kita manfaatkan untuk maintenance, perawatan selama 1 atau 5 tahun. Iya (alat) free dari kami," pungkasnya.
Sebagai informasi, selain pengelolaan parkir liar, perusahaan tersebut juga menawarkan integrasi sistem point of sales dengan sistem administrasi perpajakan daerah, digitalisasi retribusi, pengelolaan tempat wisata dan parkir, serta sistem transportasi cerdas (Intelligent Transportation System).
Baca juga: Remaja Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Usai Perselisihan Sandal Crocs Rp1,5 Juta
Selain itu juga mencakup pengelolaan sampah (Smart Waste Management), one gateway services untuk pelayanan publik, dan solusi pendidikan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Keunggulan utama solusi Matrik terletak pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang mampu memberikan prediksi dan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi perencanaan dan operasional pemerintah daerah.
Sistem AI ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efektif. Perusahaan ini juga memiliki pengalaman internasional dalam implementasi solusi smart city, seperti di Penang, Malaysia.
Kerjasama internasional juga dilakukan melalui dana hibah dan kerjasama bilateral dengan beberapa negara, termasuk Korea dan Amerika Serikat, untuk mendukung program-program pembangunan di Indonesia.
Editor : Aris S
