Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra pasang stiker. (Istimewa)
Mojokerto, mili.id - Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra dan Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto membagikan stiker hotline mudik Polri 110.
Langkah ini dilakukan, untuk meningkatkan upaya sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat saat mudik lebaran Idulfitri pekan depan.
Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku
"Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membagikan stiker imbauan mudik aman keluarga nyaman kepada para pengguna jalan," ujar Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto.
Ihram juga menekankan pentingnya masing-masing menjaga keselamatan saat berkendara. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.
Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota
Mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, beristirahat yang cukup jika merasa lelah, dan tidak mengemudi dalam keadaan mabuk.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran agar selalu mengutamakan keselamatan. Patuhi peraturan lalu lintas, jaga kondisi fisik, dan pastikan kendaraan dalam keadaan baik," bebernya.
Baca juga: Polres Mojokerto Kota Antisipasi Dini Peredaran Vape Narkoba, Gandeng Vape Store hingga Sekolah
Sementara, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memaparkan hasil survei Kemenhub RI yang menunjukkan potensi pergerakan masyarakat mencapai 52 persen dari populasi Indonesia, atau sekitar 146,48 juta orang.
"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28–30 Maret, sedangkan puncak arus balik akan berlangsung pada 5–7 April 2025," ungkapnya.
Gus Barra juga menekankan bahwa operasi ini melibatkan 155.165 personel gabungan yang ditempatkan di 5.784 pos di seluruh Indonesia.
"Pos-pos tersebut terdiri dari 3.772 pos pengamanan, 1.532 pos pelayanan, dan 450 pos terpadu. Lokasi pengamanan meliputi masjid, tempat salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara," terangnya.
Selain pengamanan lalu lintas, Gus Barra menyoroti pentingnya stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan BBM.
"Kami akan memantau ketersediaan dan distribusi barang agar tetap lancar, serta menindak tegas pelaku penimbunan," tegasnya.
Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga menekankan pentingnya pelayanan yang ramah dan humanis selama operasi. Personel diimbau memberikan edukasi kepada pengemudi, memeriksa kesehatan pengemudi dan kondisi kendaraan, serta menjaga kesiapan rambu-rambu dan lampu penerangan. Penempatan personel di titik rawan kecelakaan juga menjadi prioritas.
"Optimalkan pelayanan 110 untuk pengaduan dan pelaporan darurat, baik terkait gangguan keamanan maupun kemacetan di jalur mudik," ujar Gus Barra.
Di akhir amanatnya, Gus Barra mengapresiasi kerja sama dari berbagai pihak, termasuk TNI, Kementerian, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan mitra lainnya yang mendukung Operasi Ketupat Semeru 2025.
Editor : Achmad S
