Kapal Basarnas melakukan Operasi SAR dalam kebakaran kapal di Perairan Lamongan (Foto: Basarnas Surabaya)
Lamongan, mili.id - Tim dari Kantor SAR Surabaya dikerahkan untuk mencari dua orang yang dilaporkan hilang dalam kebakaran dua kapal di Perairan Lamongan, Kamis (13/3/2025).
Sekitar pukul 14.15 WIB, Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi milik Basarnas bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya menuju Perairan Shorebase Lamongan.
Baca juga: KPK Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Pergerakan Alut Air Kantor SAR Surabaya ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Operasi SAR kapal terbakar, yaitu MT Ronggolawe dan TB Rosalyn 08 yang terjadi pagi sekitar pukul 06.10 WIB.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini menjelaskan, pemberangkatan KN SAR 249 Permadi ini membawa kru sebanyak 13 orang.
"KN SAR Permadi akan tiba di Perairan Shorebase Lamongan," jelas Nanang.
Sekitar pukul 08.45 WIB, Kantor SAR Surabaya juga telah mengerahkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Bojonegoro untuk menuju lokasi kejadian.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Diserbu Warga, Omzet Harian di Lamongan Tembus Jutaan Rupiah
Dari data yang berhasil dihimpun oleh tim rescue Unit Siaga SAR Bojonegoro, kedua kapal mengalami kebakaran saat setelah terdengar ledakan mesin.
Namun penyebab pasti ledakan dan kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
Dua orang tewas dalam kejadian tersebut. Sedangkan beberapa lainnya mengalami luka.
Dan hingga saat ini, tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua orang yang belum ditemukan, yakni Suharwanto yang merupakan Masinis MT Ronggalawe dan Irfan Dwi Risnandar yang merupakan Masinis II TB Rosalyn 08.
Sementara Komandan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Bojonegoro, Novix Haryadi menambahkan, jumlah Person On Board (POB) di Kapal MT Ronggolawe adalah 11 orang. Sedangkan POB TB Rosalyn 08 terdata 10 orang.
"Jumlah korban yang selamat sebanyak 17 orang, meninggal 2 orang, dan masih dalam pencarian kami 2 orang," jelasnya.
Editor : Narendra Bakrie
