Pemakaman Bejo Sugiantoro di TPU Geluran, Sidoarjo (fariz)
Sidoarjo, mili.id - Ratusan suporter Bonek Mania dan beberapa mantan punggawa Persebaya Surabaya, mengantarkan Bejo Sugiantoro ke tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Geluran, Sidoarjo, Rabu (26/2/2025).
Mantan pemain tim berjuluk Bajol Ijo yang terlihat mengantar sang legenda ialah Mat Halil, Uston Nawawi, Mustaqim dan Kurnia Sandy. Mereka hadir di tengah-tengah Bonek Mania yang sedang berduka.
Baca juga: Gedangan Juara Umum MTQ ke-32 Sidoarjo, Bupati Subandi Siapkan Dua Tiket Umrah untuk Para Juara
Mat Halil mengatakan, sosok Bejo Sugiantoro disebutnya sebagai pembimbing ketika ia masih junior. Ia tak menyangka seniornya itu pergi menghadap sang khalik begitu cepat.
"Sosok Abah Bejo yang ngemong (mengajari) saya dari junior sampek saat ini. Gak percaya, di grup itu kemarin juga masih main bola. Kaget, syok juga. Terakhir ketemu sekitar satu bulan yang lalu di GBT (Gelora Bung Tomo)," katanya.
Sementara di mata Uston Nawawi, sosok Bejo Sugiantoro dianggap sebagai rekan seperjuangan ketika mengantarkan Persebaya juara Liga Indonesia di tahun 1997 dan Divisi Utama di tahun 2004.
"Almarhum seperti sahabat, saudara. Karena dari junior sampek senior terus belajar ngelatih ya satu letting. Banyak kenangan disitu," kenangnya.
Menurut Uston, dedikasi Bejo terhadap sepak bola di kancah Tanah Air sangat tinggi. Bejo juga memiliki disiplin yang sangat tinggi sewaktu bermain di Persebaya Surabaya.
Baca juga: Iwan Budianto Kembali ke Arema FC, Ambil Peran Strategis Bangun Era Baru Singo Edan
"Apalagi sebagai pemain belakang, beliau pantang bagi dilewati pemain lawan. Banyak suka dukanya. Di tahun 2004 itu lika-liku untuk juaranya banyak, apalagi sempat ada kerusuhan di Lamongan," terangnya.
Atas kepergian rekan sejawatnya ini, Uston mengaku tak menyangka. Kabar meninggalnya Bejo ia ketahui dari sebuah berita pada tadi malam, ketika ia mendampingi tim kebanggaan arek-arek Suroboyo latihan.
"Saya kaget karena kemarin kan Persebaya latihan malam. Saya taunya dari teman-teman waktu mau latihan itu, akhirnya saya memastikan telfon apakah bener berita ini, ternyata benar," terangnya.
"Masih komunikasi, tapi tidak intens. Terakhir saya ketemu main bola di GBT waktu ada All Star itu," pungkasnya.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Banding Putusan PTUN soal Tembok Mutiara Regency, Warga Siap Hadapi Proses Hukum
Sebagai informasi, Bejo Sugiantoro meninggal dunia saat bermain sepakbola di lapangan SIER, Surabaya. Legenda Persebaya itu sempat tidak sadarkan diri.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.50 WIB. Tim SIER memberikan pertolongan pertama terhadap Bejo Sugiantoro, lalu membawanya ke RS Royal Surabaya namun nyawanya tak tertolong.
Rekan-rekan pemain sepak bola dan perwakilan PT SIER kemudian menghubungi pihak keluarga almarhum untuk menyampaikan kabar duka ini dan memberikan bantuan yang dibutuhkan.
Editor : Aris S
