18 Januari 40 Tahun Lalu, Eks Wali Kota Surabaya Doel Arnowo Wafat

18 Januari 40 Tahun Lalu, Eks Wali Kota Surabaya Doel Arnowo Wafat © mili.id

Mantan Wali Kota Surabaya, Doel Arnowo (Foto: Istimewa)

Surabaya, mili.id - 18 Januari 1985 atau 40 tahun silam, Wali Kota Surabaya periode 1950-1952, Abdoel Adhiem yang akrab disapa Doel Arnowo wafat di RSUD dr. Soetomo.

Doel Arnowo lahir pada tahun 30 Oktober 1904 di Kampung Genteng, Surabaya. Ayahnya bernama Arnowo, bekerja sebagai pegawai perusahaan ekspor gula milik Belanda.

Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna

Ayah Doel Arnowo sendiri tidak lulus sekolah dasar, tetapi ia berambisi memasukkan anaknya ke sekolah Belanda. Karena Doel Arnowo menentang keputusan tersebut, maka Doel Arnowo dipaksa menyelesaikan sekolahnya di HIS.

Setelah lulus dan menambah dua tahun belajar di sekolah menengah teknik Belanda, Doel Arnowo memutuskan untuk berhenti dari sekolah, karena ayahnya telah meninggal.

Sebagai pemuda, Doel Arnowo adalah pengkritik paling keras pada masanya. Ia memiliki simpati dan keprihatinan kepada masyarakat sekitar.

Doel Arnowo juga sempat bekerja di Kantor Pos Surabaya selama 13 tahun. Selama bekerja, ia menyempatkan diri untuk membaca dan mempelajari berbagai ilmu yang dapat membentuk dirinya.

Kemudian setelah itu, ia bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan tujuan agar dapat berkumpul dengan kaum terpelajar, yang bercita-cita tinggi.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Pada Tahun 1933, pemerintah memanggilnya dan menawarinya pilihan antara bekerja pada pemerintah atau memilih jalan pergerakan. Doel Arnowo pun memilih jalan pergerakan, karena sudah menjadi bagian dari dirinya.

Sebagai aktivis pergerakan, Doel Arnowo memutuskan untuk meniti karier di bidang kewartawanan. Bahkan ia sempat membeli mesin cetak dan menyusun penerbitannya dengan nama "Berjoeang".

Melalui penerbitannya, Doel Arnowo mencetak kamus Marhaen untuk bahan ajar para anggota dan pengikut PNI. Buku tersebut memuat banyak hal-hal radikal yang bersifat politis.

Pada Tahun 1950-1952, Doel Arnowo menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Pada masa itu, ia juga yang menjadi penggagas pembangunan monumen Tugu Pahlawan Surabaya yang kemudian diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 10 November 1952.

Nama Doel Arnowo sendiri kurang santer di telinga masyarakat Indonesia, tak terkecuali warga Surabaya sendiri. Padahal, Doel adalah salah satu tokoh kunci dalam pertempuran 10 November 1945.

Bahkan, ia disebut-sebut mengetahui penyebab pasti tewasnya Jenderal Mallaby di sekitar Gedung Bank Internatio, dekat dengan Jembatan Merah yang masih simpang siur hingga saat ini.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait