Hanya dengan Menyetorkan Sampah, Warga Pasuruan Bisa Dapat Sembako atau Uang Tabungan

Hanya dengan Menyetorkan Sampah, Warga Pasuruan Bisa Dapat Sembako atau Uang Tabungan © mili.id

Sejumlah pemuda di Pasuruan yang terlibat dalam pengelolaan bank sampah (Foto: Ist)

Pasuruan - Hanya dengan menyetorkan sampah, warga di Pasuruan bisa mendapatkan sembako atau uang tabungan.

Sampah-sampah itu bisa disetorkan ke bank sampah yang dikelola sejumlah pemuda Dusun Sarirejo, Desa Arjosari, Kecamatan Rojoso, Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Puspo Panen Jagung Bersama Petani

Pengelolaan bank sampah dilakukan untuk menciptakan lingkungan bersih dari sampah.

Bank sampah yang diberi nama Bank Sampah Sari Asri tersebut diinisiasi perempuan muda bernama Laily Rohmatin, alumni sekaligus mantan Ketua Himpunan Ilmu Administrasi Publik (Humanistik) Universitas Yudharta Pasuruan.

Laily merealisasikan idenya itu dengan mengajak para pemuda Dusun Sarirejo untuk bersama-sama membangun desa dengan lingkungan yang bersih.

"Pertama saya mencoba memberi pamahaman kepada para pemuda yang ada di dusun dan mengajak mereka untuk membuat dan mengelola bank sampah. Setelah mereka setuju, kami melakukan sosialisasi kepada warga tentang program kami," ujar Laily, Rabu (11/12/2024).

Bank sampah dinilai menarik dan berbeda dari kebanyakan pengelolaan bank sampah pada umumnya.

Karena, masyarakat bisa menukarkan sampah yang dikumpulkan di bank sampai dengan sembako atau uang tabungan.

Aktivitas penukaran sampah dengan sembako di bank sampah yang dikelola para pemuda di PasuruanAktivitas penukaran sampah dengan sembako di bank sampah yang dikelola para pemuda di Pasuruan

"Sampah masyarakat dapat disetorkan langsung di bank sampah untuk ditukar menjadi sembako atau tabungan," tegas Laily.

Baca juga: Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas di Tutur Ikut Rawat Ladang Jagung Warga

Dia mengatakan bahwa pengurus bank sampah juga telah membuatkan buku tabungan untuk warga yang menukarkan sampahnya.

"Warga dapat menyimpan uang hasil penukaran sampah di dalam buku tabungan. Nantinya warga bisa mengambil uang yang ada di buku tabungan kepada pengurus bank sampah, atau bisa dirupakan sembako," tambah Laily.

Menurutnya, modal awal pengelolaan bank sampah hingga sekarang masih murni menggunakan dana pribadinya.

"Sampai sekarang saya masih menggunakan dana pribadi untuk pengelolaan dan pembelian sembako. Selanjutnya nanti kita sudah membuat kesepakatan dengan warga, bahwa setiap penukaran sampah akan dipotong 25% untuk operasional," jelasnya.

Sejak didirikan pada 21 November 2024 lalu sampai sekarang, sudah ada 20 pemuda yang menjadi pengurus Bank sampah Sari Asri.

Baca juga: Polisi Turun ke Sawah, Pantau Tanaman Hortikultura demi Ketahanan Pangan Nasional

"Kami juga sudah mendapatkan SK resmi dari pemerintah desa, dan kami juga sudah mengajukan bantulan dana pada desa. InsyaAllah tahun depan bisa mendapatkan bantuan modal dari desa," ungkapnya.

Laily berharap Bank sampah Sari Asri bisa mendapatkan dukungan dan bisa berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, baik pemerintah ataupun swasta.

"Agar dapat menciptakan program yang lebih besar dalam menangani masalah sampah secara berkelanjutan," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait