Komisi A Sambangi BTN, Ada Apa?

Komisi A Sambangi BTN, Ada Apa? © mili.id

Komisi A saat sidak ke Kantor BTN Surabaya

Mili.id - Sebagai tindaklanjut aduan 4 warga Babat Jerawat Benowo, yang mengaku telah melakukan kewajibannya, tapi tak mendapatkan haknya. Komisi A DPRD Kota Surabaya melakukan sidak ke kantor BTN, jalan Pemuda pada Kamis (17/3).

"Warga telah melaksanakan kewajibannya, melunasi KPR nya selama 20 tahun, " ungkap Pertiwi Ayu Krishna, Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

"Namun yang aneh, saat ia mengambil sertifikat yang menjadi haknya, warga seolah dipimpong selama 3 tahun ini, " tambahnya.

Kepada sejumlah awak media,  Ayu menjabarkan, sebelumnya Komisi A pernah mengundang Hearing permasalahan, tetapi pihak BTN tidak korporatif. Dari 5 kali Hearing yang diadakan di Komisi, BTN hanya hadir 2 kali. "Saat Hearing pun, BTN sendiri berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini, nyatanya sampai hari ini masih ingkar, " cela Pertiwi Ayu.

Maka pihaknya berharap BTN esegera menyelesaikan permasalahan ini sehingga tidak merugikan debiturnya. Menurutnya,  pihak BTN minta waktu sebulan lagi untuk menyelesaikan masalah ini, dengan dalih menunggu koordinasi dengan pihak BPN (Badan Pertanahan Negara).

Disini, Ayu tegas meminta kepada BUMN pusat agar menertibkan perwakilannya yang ada di daerah, karena sudah ada kejadian kejadian seperti ini. "Bayangkan, sebagai Bank pemerintah, dipanggil ke DPRD tapi mereka tidak mau hadir tanpa alasan. Kami ini juga lembaga negara yang ada di daerah, "tegas Ayu.

Baca juga: Baktiono Kritik Sistem Desil Bansos, Usulkan UMK Jadi Acuan

Menanggapi hal itu, Kepala Operasional Kantor Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Surabaya Alif enggan memberikan komentar kepada awak media yang menjalankan tugas peliputan.

“Maaf ya mas kami sudah selesai,” ujarnya saat ditemui usai pertemuan dengan Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Selain Pertiwi Ayu Krishna, sidak Komisi A juga diikuti Budi Leksono (Buleks), Arif Fathoni, Ghofar Ismail dan Josiah Michael

Baca juga: Appraisal Belum Terbit, Dugaan Penerimaan Uang Calon Pedagang di Kalijudan Tuai Sorotan

Editor : Redaksi



Berita Terkait