Komnas PA Jatim Kutuk Kekerasan yang Dialami Siswa SMAK Gloria 2

Komnas PA Jatim Kutuk Kekerasan yang Dialami Siswa SMAK Gloria 2 © mili.id

Suasana SMA Kristen Gloria 2 Surabaya. (dok mili.id)

Surabaya - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Timur mengutuk keras kejadian yang dialami siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya berinisial I yang dianiaya di depan sekolahnya oleh Ivan, orangtua EMS asal sekolah Cita Hati.

Bahkan kasus ini sampai dibawa ke meja wakil rakyat untuk didengarkan duduk masalahnya. Komnas PA Jatim akan turut serta mengawal insiden kekerasan ini hingga menemukan titik terang.

Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day

"Kami mengutuk kejadian tersebut, dan tentunya Komnas PA Jatim akan mengawal kasus ini. Siapapun pelakunya, siapapun bekingnya, seberapa kaya dia, harus diproses secara hukum," kata Ketua Komnas PA Surabaya Jawa Timur Syaiful Bachri, Kamis (24/10/2024).

Syaiful menyayangkan aksi kekerasan masih saja terjadi di lingkungan sekolah yang notabene tempat untuk belajar. Terlebih, pelakunya melibatkan orangtua dalam aksi tak terpuji tersebut.

"Kami turut prihatin terkait dengan kejadian tersebut, karena ini baru pertama kali setelah saya menjabat terjadi aksi kekerasan dan premanisme, yang dilakukan orangtua di lingkungan sekolah," imbuhnya.

Baca juga: Pedagang Bendera Merah Putih Mulai Ramai di Surabaya Jelang HUT ke-81 RI

Menurutnya, Komnas PA Surabaya Jatim menerima informasi bila pihak SMA Kristen Gloria 2 Surabaya mendapat intimidasi. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat turut serta mengawal supaya kejadian serupa tak terulang di dunia pendidikan, utamanya sekolah tersebut.

"Saya pikir awalnya ini kejadian kasus biasa yang mungkin bisa diselesaikan pihak sekolah sendiri. Tapi hari ini saya mendapat info bahwa diduga sekolah Gloria 2 ini mendapat intimidasi," tambahnya.

"Entah itu benar atau tidak, tapi kami selaku Komnas PA Surabaya Jawa Timur harus bertanggungjawab terkait kekerasan anak yang terjadi di sekolah, supaya kedepannya tidak terjadi lagi," lanjutnya.

Baca juga: Eri Sikat Pungli SWK, Pengelolaan PKL Dikembalikan ke Pemkot

Syaiful menegaskan, Komnas PA Hatim membuka diri bagi korban bila memang membutuhkan pendampingan apapun, termasuk trauma healing jika I merasa tertekan atas penganiayaan yang dialaminya pada Senin (21/10/2024) sore kemarin.

"Nanti saya akan tanya, Komnas PA Jatim ini bisa bantu apa? Jadi kita membuka diri, misalnya gak mau ya kita gak bisa memaksa," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait