Novel Berkalung Surban Duri karya In'am (Foto: Atta Hatta/mili.id)
Jember - Wanita muda bernama In'am Nafila Majid menulis kisah nyatanya dalam novel berjudul Berkalung Surban Duri.
Menurut In'am, novel berisi 300 halaman itu bercerita tentang rumah tangga toxic yang pernah dijalaninya.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Novel yang ditulis sekitar satu setengah bulan ini menceritakan In'am yang menjalani pernikahan, tapi diwarnai hubungan kurang harmonis hingga perselingkuhan suaminya, yang berujung perceraian.
"Novel ini menceritakan tentang kisah nyata yang 100 persen saya alami. Dalam hidup saya selama berumah tangga, dari sistem perjodohan sampai bagaimana saya berada di dalam rumah tangga yang sangat toxic. Sampai bagaimana akhirnya saya keluar dari rumah tangga yang toxic tersebut," terang In'am, Jumat (11/10/2024).
In'am menyebut bahwa novel ini sebagai motivasi untuk dirinya sendiri. Juga sebagai edukasi kepada masyarakat luas, tentang dampak negatif dari sebuah biduk rumah tangga toxic yang harus dihindari.
"Saya menulis bukan karena orangtua saya, tapi karena diri saya sendiri. Tidak ada motivasi dari orang lain, saya memotivasi diri saya sendiri. Saya tidak boleh berlama-lama dalam keterpurukan. Saya juga harus menciptakan karya," ujarnya.
In'am Nafila Majid penulis novel berjudul Berkalung Surban Duri
"Jadi motivasi saya menulis buku ini adalah saya tidak boleh terlalu lama diam dalam rasa kesedihan dengan apa yang saya alami. Sehingga saya harus bangkit, salah satunya dengan menciptakan karya saya," tambah In'am.
Soal gambar dalam cover novelnya, In'am mengatakan bahwa ada arti atau nilai filosofi tersendiri.
"Filosofinya adalah pada cover novel itu foto saya sendiri berbentuk karikatur, dan diedit menggunakan teknologi AI. Pada gambar itu menggunakan sorban, dengan posisi dikalungkan. Gambaran arti kondisi terbelenggu," ulasnya.
Sedangkan surban menunjukkan sosok yang ahli agama. Kemudian duri sebuah luka yang menyakitkan.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Jadi saya terbelenggu dengan sesosok orang yang ahli agama, tetapi memiliki duri yang menyakitkan," terang wanita yang sempat viral melalui Podcast Denny Sumargo ini.
Untuk tokoh-tokoh dalam novelnya, memiliki karakter sama dengan kenyataan yang pernah dialami.
"Tapi nama-namanya fiktif. Tetapi memang sosoknya itu ada, cuma memang namanya saya samarkan," ungkap dia.
"Ketika saya menulis buku tersebut, sesekali saya ketrigger (teringat) terhadap hal-hal yang sudah pernah saya alami. Itu membuat saya harus berhenti menulis dan saya menangis, jadi saya menyelesaikan kecemasan saya. Baru saya bisa menulis besok harinya," beber In'am.
Lebih jauh perempuan yang akrab disapa Ning In'am ini menjelaskan, karya tulis novel buatannya itu bercerita tentang sosok perempuan yang terbelenggu persoalan pelik biduk rumah tangga. Kisah dalam cerita novel itu tuntas sampai selesai dan tidak ada kisah lanjutannya.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
"Akan ada buku saya selanjutnya, karena saya sekarang sedang menulis novel kedua saya. Beda cerita, tapi tetap sebuah kisah nyata," tambah dia.
Bagi In'am, di tengah permasalahan apapun yang tengah dihadapi, manusia harus senantiasa mengingat Yang Maha Kuasa dan harus bisa bertahan secara maksimal serta bagaimana cara mengakhiri permasalahan tersebut dengan hati yang dingin.
"Pesan saya terhadap pembaca novel saya, agar orang itu dapat mengambil pelajaran dari apa yang saya alami, bagaimana saya bisa survive dari situ. Dan yang paling penting, selalu ingat pada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa," tandasnya.
Novel karya In'am saat ini masih belum dijual di marketplace atau toko-toko buku ternama.
"Buat yang ingin membaca novel ini, bisa melalui sosial media pribadi saya. Atau kontak ke akun Instagram saya. Karena memang belum dijual di pasaran," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
