Mengintip Materi Disertasi AHY Hingga Menyabet Gelar Doktoral Bidang SDM di Unair

Mengintip Materi Disertasi AHY Hingga Menyabet Gelar Doktoral Bidang SDM di Unair © mili.id

AHY menyabet gelar Doktoral Bidang SDM di Unair (Foto: Unair for mili.id)

Surabaya - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melangsungkan sidang doktor terbuka di Ruang Garuda Mukti, Gedung Manajemen Kampus MERR-C Universitas Airlangga (Unair), Senin (7/10/2024).

AHY menempuh program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Sekolah Pascasarjana UNAIR.

Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir

Pada sidang kali ini AHY menyampaikan materi disertasinya yang berjudul "Kepemimpinan Transformasional dan Orkestrasi Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2024".

Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih bertindak sebagai pimpinan sidang pada sidang doktor terbuka ini.

Kemudian sebagai promotor Prof Badri Munir Sukoco serta para penyanggah sidang, yang salah satu di antaranya adalah mantan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Prof Dr Ir Mohammad Nuh.

Turut hadir pada sidang ini ayahanda AHY, yang juga Presiden RI Ke-6, Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), istri AHY Annisa Pohan, adiknya Edhie Baskoro, Aliya Rajasa, dan keluarga besar lainnya.

Sidang terbuka ini merupakan sidang promosi Doktor yang terlaksana setelah penguji menyatakan AHY lulus pada ujian sidang tertutup pada Kamis (12/9/2024) lalu.

Meskipun ia sedang menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), AHY mampu menyelesaikan proses perkuliahan dan semua persyaratan akademik untuk memperoleh gelar Doktor.

Visi Indonesia Emas 2045

Ketua Sidang, Prof Dr Mohammad Nasih membuka proses jalannya sidang. Kemudian, sidang berlanjut pada sesi tanya jawab dengan penyanggah.

Baca juga: Eri Sikat Pungli SWK, Pengelolaan PKL Dikembalikan ke Pemkot

Dalam sidang tersebut, AHY mampu menjawab secara lancar dan lugas setiap pertanyaan dari para penyanggah. Selain itu pada forum ini, AHY menyampaikan kebaruan hasil penelitiannya.

Promovendus (AHY) menyampaikan bahwa academic output mampu menjadi academic impact dengan kontribusi teori yang tadinya lebih pada tataran organisasi dan korporasi, ternyata mampu diaplikasikan ke tingkat negara karena cukup kompleks.

Promovendus juga menyampaikan bahwa objektif indonesia emas 2045 mampu terwujud apabila adanya rasa optimis tapi juga realistis.

"Common interest dan common objective penting untuk visi Indonesia emas 2045, mari samakan semangat untuk tujuan bersama tersebut. Jadi kita perlu membangun optimisme dan adanya adjustment sebagai bentuk penyesuaian dengan berbagai situasi," ujar AHY.

Baca juga: Eri Cahyadi Dukung Pengusutan Korupsi KBS, Audit BUMD Diperketat

Poros Kepemimpinan Transformasional

AHY yang juga menjabat ketua umum Partai Demokrat ini juga menjelaskan bahwa terdapat poros kepemimpinan transformasional. Ia mengungkap bahwa good governance dan pimpinan yang mampu menyesuaikan diri adalah hal yang sangat penting.

"Sumber daya di tiap daerah berbeda, ada ketimpangan di tiap daerah, kita harus melihat itu secara utuh. Pemerintah harus hadir dengan leadership. Dalam hal ini leadership transformational menjadi penting karena tiap daerah butuh penyesuaian. Maka, birokrasi yang responsif dan adaptif tentu akan menyelesaikan banyak masalah," papar dia.

Ujian Sidang Terbuka ini berlangsung lancar dan memberikan insight baru, bahwa kepemimpinan transformasional mampu menjadi poros bagi sebuah bangsa yang mempunyai visi baik ke depan.

Kemudian, orkestrasi sumber daya akan selalu menyesuaikan seiring dengan kemajuan zaman, kearifan lokal, dan heterogenitas Indonesia. Hasil akhir sidang terbuka ini menyatakan bahwa Promovendus dinyatakan lulus dan menyandang gelar doktor.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait