Siap-siap, Eri Bakal Canangkan Maret Bulan Padat Karya

Siap-siap, Eri Bakal Canangkan  Maret Bulan Padat Karya © mili.id

Untuk meningkatkan perekonomian, Eri Cahyadi akan lakukan gebrakan Maret padat karya

Mili.id - Untuk menggerakkan kembali roda perekonomian, yang mengalami penurunan karena serangan pandemi Covid-19.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan gebrakan dengan menjadikan Maret 2022 sebagai bulan padat karya. "Saya memiliki tekad untuk bisa menggerakkan ekonomi Surabaya kembali, yang sempat lesu akibat pandemi. Tentunya tekad saya itu tidak bisa saya gerakkan sendirian. Saya membutuhkan gotong royong untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi Surabaya," ujar Wali Kota Eri, saat dikonfirmasi, Minggu (20/2).

Baca juga: Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Ia menjelaskan, Maret sebagai bulan padat karya merupakan kegiatan ekonomi yang dijalankan harus menyerap tenaga kerja secara maksimal, salah satunya pengembangan UMKM). 

Misalnya seperti Kampung Wisata Kue di Jalan Rungkut Lor, Gang II, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Di Surabaya, lanjut Wali Kota Eri, ada banyak UMKM yang tersebar di sudut-sudut kota.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Alun-alun Jember, MAKI Jatim Sulap Festival Kopi dan Tembakau Jadi Panggung UMKM Lokal

Untuk itu, nantinya akan banyak intervensi yang diberikan Pemkot Surabaya untuk UMKM. "UMKM selama ini telah menjadi denyut nadi perekonomian Indonesia, termasuk Surabaya. Akan ada banyak program bantuan yang akan kami berikan ke UMKM nantinya, seperti bantuan pelatihan manajemen," kata Eri.

Wali Kota Eri berjanji tidak akan melakukan penggusuran tanpa ada solusi. "Saya tidak akan asal gusur. Sebelumnya pasti akan saya carikan solusi seperti tempat berjualan yang representatif agar PKL ini bisa berjualan dan bergerak ekonominya. Tapi setelah diberi tempat berdagang yang representatif, aturan-aturannya harus dipatuhi," ungkapnya.

Baca juga: Idul Adha 2026 Dijaga Ketat! Pemkot Surabaya Perangi Penyebaran Penyakit Hewan Kurban

Aturan-aturan itu, lanjutnya, seperti mematuhi waktu jualan yang sudah ditentukan, tidak keluar lagi jualan di jalan setelah diberikan tempat yanga representatif. "PKL ini adalah bagian perekonomian Surabaya. Makanya harus juga diberikan perhatian. Akan kami tata dengan baik agar dagangan mereka menjadi lebih laku," katanya.

Wali Kota Eri mengatakan, sebelum ada solusi maka penataan yang akan dikedepankan. Sebab mereka merupakan warga Surabaya yang mencari makan itu jauh lebih baik dari pada tidak mau berusaha dan minta masuk data MBR. "Mereka adalah pejuang-pejuang tangguh dalam melewati masa pandemi ini," pungkasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait