Pengukuhan Bamusi Surabaya/Foto: Roy/mili
Mili.id - Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Surabaya yang merupakan sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi dikukuhkan hari ini, Rabu (16/2) di Hotel Suite.
Ketua Bamusi Kota Surabaya, Abdul Ghoni Muklas Ni'am berharap Bamusi dapat memberikan oase kebangsaan, keagamaan di tengah krisis keringnya wawasan Islam rahmatan lil alamin.
Baca juga: PDIP Berduka, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang
"Alhamdulillah, semoga teman teman yang terlibat untuk membesarkan Bamusi ini, paling tidak stigma negatif yang melekat pada PDIP terkait Islam abangan bisa didegradasi melalui sahabat sahabat yang ada di Bamusi." Kata Ghoni.
Sebab menurutnya, bicara konteks kebhinekaan, keberagaman dan kebangsaan sudah selesai. Saat ini, sambung Ghoni yang perlu diperhatikan konteksnya adalah standarisasi yang perlu dipantenkan, yakni terkait masalah kepakaran.
"Karena seringkali muncul para ustaz, enggak tahu, plagiator segalanya, dengan berbekal teknologi yang ada, wawasan keislaman yang minim sehingga dengan media sosial yang begitu luar biasa ngomong ngalur ngidul." tutur Ghoni.
Dari sudut pandangnya, hal seperti itu paling tidak bisa dijembatani oleh Bamusi. Mengingat Bamusi awal berdirinya berlatar belakang NU dan Muhammadiyah
"Jadi pada 29 Maret 2007 dideklarasikan Bamusi ditingkatan pusat oleh ibu Megawati dan dihadiri tokoh agama, ada KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siradj Din Syamsuddin, Azyumardi Azra dan Buya Ma'arif. Sehingga tidak lagi muncul politik identitas." Papar Ghoni.
Baca juga: Tiga Nama ini Dapat Dukungan Konfercab 31 PAC Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya
Maka, ia menegasakan, bahwa Kota Surabaya sudah bersepakat sebagai kota toleran dan harus betul betul dijaga. "Maka saya sampaikan, keberadaan Bamusi bisa jadi oase luar biasa paling tidak jadi mercusuar di tengah keringnya keagamaan yang rahmatan lil alamin. tandas Ghoni.
Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono menyatakan dibentuknya Bamusi diinisiasi oleh Taufik Kiemas, dengan dukungan Muhammadiyah dan NU.
Begitu pula dengan pembentukan Bamusi Surabaya, saat itu dilakukan oleh ketua DPC PDIP Surabaya, Saleh Ismail Mukadar juga atas dukungan NU dan Muhammadiyah
"Awal dibentuknya Bamusi mendorong agar gap antara PDIP yang identik dengan abangan dengan kekuatan poltik Islam itu semakin hari semakin dekat," kata Adi
Baca juga: Ketua DPRD Surabaya: Unjuk Rasa yang Tertib, Kita Jaga Suasana Damai
Adi menjabarkan, sebagai organ yang dibentuk dan di bawah PDI Perjuangan, otomatis Bamusi harus sejalan dengan apa yang dikerjakan PDIP.
Yakni mendorong agar penyebaran agama Islam atau dakwah Islam dengan kedamaian, semangat gotong royong, cinta kasih, dan rahmat bagi semuanya
"Maka di kantor PDIP setiap hari besar selalu diperingati, seperti kemarin memperingati Hari Santri Nasional (HSN), seumur umur jadi pengurus PDIP hari santri baru diperingati sekarang dan dihadiri ketua PCNU Surabaya, KH Muhibbin Zuhri dan Walikota Eri Cahyadi." demikian Adi
Editor : Redaksi
