Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Achmad Rudy Zaeny mengecek lokasi kejadian di PT HKA. Foto: (dok)
Mojokerto - Polisi melakukan penyelidikan tewasnya Agus Mulyono (43), buruh pemotong besi dalam kecelakaan kerja di PT Hidup Karya Abadi (HKA), Kabupaten Mojokerto, untuk itu penyidik segera memanggil tiga saksi termasuk pengelola pabrik.
"Jadi laka kerja itu, pemeriksaan dibatasi tiga hari, batas waktu pemanggilan itu tiga hari setelah surat panggilan diterima baru dia (saksi-saksi) datang," ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Achmad Rudy Zaeny pada mili.id.
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
Korban warga Dusun Sidomulyo, Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi itu meninggal dunia ketika melubangi tabung elpiji 3 kg, Senin (9/9/2024) sekitar pukul 07.20 WIB. Naas, tabung gas melon tersebut masih tersisa gas dan akhirnya meledak.
"Informasi yang kami sampaikan kemarin (Senin 9/9/2024) hasil introgasi di lapangan, tapi belum kami tuangkan ke BAP karena BAP menunggu pemanggilan," ujar AKP Rudy.
Meski begitu, AKP Rudy tak menampik jika ada dugaan kelalaian dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di pabrik daur ulang besi yang beroperasional di Jalan Raya Desa Parengan, Kecamatan Jetis.
Pasalnya, pada saat kejadian korban diketahui tidak menggunakan pelindung saat melubangi tabung elpiji melon tersebut, sehingga korban tewas karena luka parah di bagian wajah akibat terkena ledakan.
Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari
"Gak ada (pelindung wajah). (Minim K3) Nah ya itu butuh keterangan dari saksi-saksi," ujarnya.
Namun, untuk memastikan itu, pihaknya harus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi baik dari rekan-rekan korban yang ada disekitar lokasi kejadian. Maupun pengelola pabrik PT HKA yang saat itu ada di area pabrik.
"Iya (termasuk pemilik perusahaan) di sekitar tapi tidak melihat. SOP yang mengetahui manajamenkan nanti," pungkasnya.
Baca juga: Ayah Tiri Nekat Cabuli Anak Istri di Mojokerto, Dipolisikan Keluarga
Belakangan korban diketahui bukan mengelas tabung gas LPG, melainkan melubangi tabung untuk mengeluarkan sisa-sisa gas sebelum dilebur dengan besi lainnya.
Bahkan, lanjut AKP Rudy, rekan kerja Agus Mulyono sudah memperingatkannya agar tak melubangi tabung tersebut di area produksi.
"Korban ini bukan motong, tapi melubangi tabung (agar sisa gas keluar). Tapi sudah diperingati rekannya jangan di area tersebut (area produksi)," pungkas AKP Rudy.
Editor : Aris S
