Tinjau Proyek Strategis PDAM Surabaya, Eri Pastikan 2025 Seluruh Wilayah Teraliri Air

Tinjau Proyek Strategis PDAM Surabaya, Eri Pastikan 2025 Seluruh Wilayah Teraliri Air © mili.id

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau pembangunan proyek strategis Rumah Pompa Putat Gede 3 (Foto: Ist)

Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau proyek strategis Rumah Pompa Putat Gede 3, Jalan Bukit Darmo Golf, Kecamatan Dukuh Pakis.

Eri mengatakan, pembangunan ini untuk mendukung suplai air dari Rumah Pompa Putat Gede 1 dan 2 ke Surabaya utara, yang mendistribusikan air ke 9 wilayah, meliputi Krembangan, Pabean Cantikan, Dukuh Pakis, Sawahan, Bubutan, Sukomanunggal, Asemrowo, Wiyung, Tandes, dan sekitarnya.

Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna

Kebijakan tersebut diambil menyusul adanya temuan air menyala di waktu tertentu di wilayah Surabaya utara. Sehingga, dengan pembangunan ini, ke depannya diharapkan seluruh wilayah Surabaya teraliri air setiap saat.

"Kita sepakat membangun resevoar. Ada di Mbah Ratu, Putat Gede. Dari sini nanti dioper ke Mbah Ratu untuk menyuplai air di Surabaya utara. Utara masih ada yang keluar airnya malam saja," kata Eri di sela peninjauan, Jumat (6/9/2024) sore.

Eri bertekad seluruh pelanggan tidak akan mengalami kendala air keluar di waktu tertentu pada Tahun 2025.

Ia optimis, lantaran pihaknya juga sedang membuat tempat pengolahan baru, yaitu IPAM Karangpilang 4, yang diprediksi rampung Desember 2025.

"Sebenarnya ini bisa selesai tahun ini dengan (suplai air) Umbulan, ternyata Umbulan tidak sanggup memenuhi. Maka salah satunya adalah, saya harus menyiapkan rumah pompa pengolahan baru di Karangpilang," ungkapnya.

Nantinya, bila rumah pengolahan air di Karangpilang sudah dioperasikan, air yang dikelola itu akan disalurkan ke Rumah Pompa Putat Gede 3, lalu diteruskan ke Rumah Pompa Mbah Ratu, untuk menyuplai pelanggan di Surabaya bagian utara.

"Dengan begini, secara otomatis seluruh wilayah Surabaya akan teraliri air," tegasnya.

Selain membangun reservoir, pihaknya juga melakukan peremajaan pipa yang diklaim rata-rata telah berusia 50 tahunan. Tentunya, pipa peninggalan Belanda ini sudah lapuk, dan disebut berdampak pada pendistribusian air ke pelanggan.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

"Ternyata di Surabaya ini pipanya rata-rata (usianya) sudah 50 tahunan. Kalau sudah seperti ini, maka tidak ada pilihan. Kita harus mengembalikan pipa, atau mengganti pipa ini," ungkapnya.

Semenjak menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Eri mengklaim telah melakukan pembangunan pipa atau melakukan peremajaan itu sejauh 215 kilometer. Ia menyebut angka ini melebihi target.

"Biasanya kita membangun hanya 20 kilo setahun, harusnya 120 kilo setahun. Akhirnya semenjak saya jadi Wali Kota, Alhamdulillah di tahun 2023-2024 kita sudah membangun 215 kilo," tegasnya.

Sementara Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Arief Wisnu Cahyono menjelaskan, untuk mengatasi masalah tersebut sebetulnya ia sudah meminta tambahan pasokan air SPAM Umbulan.

Semula, dari SPAM tersebut mampu menghasilkan 600 liter perdetik. Namun, angka itu masih belum mampu mencukupi pasokan air di seluruh Surabaya. Sehingga, pihaknya meminta ditingkatkan jadi 900 liter perdetik tetapi pihak Umbulan belum mampu.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

"Saya sudah sampaikan ke Pak Wali, kapasitas tambahan dari Umbulan kita sudah minta 900 liter perdetik tapi gak mampu. Mau gak mau kita harus punya pengelolaan baru di Karangpilang, dan itu akan selesai tahun depan," urainya.

"Sehingga, targetnya di tahun 2025 semuanya sudah tercukupi, sudah selesai dialiri 24 jam," tandasnya.

Sebagai informasi, tahun ini PDAM Surya Sembada Surabaya juga berencana mengganti pipa sepanjang 50 kilometer yang tersebar di 109 lokasi di Kota Surabaya.

Prioritas rehabilitasi adalah pipa yang rawan bocor, pipa kecil yang menyebabkan aliran air tidak lancar, serta pipa tua yang berusia lebih dari 50 tahun.

Salah satu lokasi rehabilitasi pipa berada di Jalan Diponegoro, di mana pipa eksisting berbahan Ductile Cast Iron sudah berusia lebih dari 70 tahun.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait