Jari Bengkak, Cincin Akik Dukun Pijat di Mojokerto Digerinda Damkar

Jari Bengkak, Cincin Akik Dukun Pijat di Mojokerto Digerinda Damkar © mili.id

Seorang dukun pijat asal Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan terpaksa meminta pertolongan Pos I Unit Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. (istimewa)

Mojokerto - Seorang dukun pijat asal Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan terpaksa meminta pertolongan Pos I Unit Damkar BPBD di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Lantaran, cincin akik yang terpasang di tangan kiri jari tengahnya bengkak. Jari tengah Mulyadi (67) akhirnya harus digerindra.

Ia tak mengira jika cincin akik jenis sisik naga yang dipakainya sejak sebulan terakhir akan membuatnya kesakitan seperti ini.

”Ini sudah setahun di rumah. Saya pakai satu bulan terakhir. Awalnya tidak apa-apa, tapi lama-lama (jarinya) bengkak,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengaku, sempat pergi ke Puskesmas Trowulan sebelum meminta pertolongan tim damkar. Namun gagal.

”Tapi di puskesmas tidak ada alatnya, makanya langsung ke damkar,” imbuh Mulyadi.

Cincin akik warna hijau kelabu itu, lanjut Mulyadi, merupakan pemberian salah seorang pasien yang kala itu tak mampu mengganti jasanya memijat dengan uang.

”Ini dikasih pasien yang dulu minta tolong dipijat tapi tidak punya uang, tapi dibayar batu akik,” imbuhnya.

Terpisah, anggota Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Rokhim membeberkan, proses evakuasi pelepasan cincin dilakukan karena jari korban membengkak.

Petugas mengaku terkendala ketebalan ring akik yang mencapai 3 milimeter. ”Jadi upaya pelepasannya cukup membutuhkan waktu. Sebenarnya, cukup sering menerima evakuasi cincin ini. Tapi ini yang terparah, emban akiknya juga terlalu besar,” urainya.

Akhirnya, ring cincin yang cukup tebal itu di gerinda khusus. Karena korban kesakitan saat petugas membuka cincin dengan tang.

Tak pelak, cincin baru terlepas setelah lebih dari dua jam lamanya proses evakuasi. ”Sempat dua kali dibuka dengan tang, tapi korban kesakitan. Akhirnya kita upaya lain dengan memotong pakai gerinda ini,” pungkasnya.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Editor : Achmad S



Berita Terkait