Mengenal Komunitas Begandring Surabaia, Pegiat Sejarah di Hari Juang Polri

Mengenal Komunitas Begandring Surabaia, Pegiat Sejarah di Hari Juang Polri © mili.id

Ketua Umum Begandring Surabaia, Achmad Zaki. (Istimewa)

Mili.id - Hari Juang Polri, 21 Agustus 2024, selain digagas oleh Komjen Pol (purn) Arif Wachyunadi, dalam penetapannya juga turut melibatkan pegiat sejarah Surabaya.

Pegiat sejarah itu tergabung dalam Komunitas Begandring Surabaia. Pecinta heritage, budaya, dan sosial ini getol menanggapi berbagi isu-isu sejarah dan cagar budaya.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Begandring Soerabaia terus berupaya ikut berperan aktif dalam rangka pelestarian cagar budaya dan pemajuan kebudayaan.

Perkumpulan ini terbuka untuk umum yang sevisi dan yang bisa bersama-sama memberi manfaat kepada publik, baik dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan pariwisata demi peningkatan kesejahteraan.

Mereka yang tergabung dalam perkumpulan Begandring Soerabaia ini berasal dari beragam latar belakang. Ada akademisi, jurnalis, arsitek, praktisi hukum, videografer, fotografer, broadcaster, budayawan dan sejarawan.

Dalam aktivitasnya Begandring Soerabaia menjalankan trilogi sifat kegiatan: kegiatan rekreatif, edukatif dan advokatif.

Pertama, peran rekreatif, Begandring menyelenggarakan kegiatan jelajah sejarah sebagai bagian dari upaya mengembangkan pariwisata yang berbasis sejarah.

Kedua, peran edukatif, Begandring berbagi ilmu dan wawasan kepada publik melalui program program jelajah sejarah, diskusi, publikasi dan pembuatan film dokumenter.

Ketiga, peran advokatif, Begandring mendorong pengambil kebijakan untuk bersama berupaya melakukan pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan sejarah serta cagar budaya.

Selain itu, Begandring Soerabaia juga berorientasi pada trilogi masa: yakni Masa Lalu, Sekarang dan Mendatang. (Do the Today for the Past for the sake of the future).

Mereke berkeyakinan, bahwa sejarah atau masa lalu hendaknya menjadi dasar pembangunan  masa depan, sehingga warna masa depan tidak melupakan sejarah dan jati diri.

Komunitas ini terbentuk pada 2018. Begandring merupakan serapan dari kosa kata bahasa Belanda “vergadering”, yang berarti “rapat” atau kumpul kumpul mencari mufakat.

Itulah Begandring Soerabaia. Perkumpulan ini basicnya adalah kumpul kumpul atas isu isu sejarah dan budaya. Siapapun dapat membawa isu dan temuan tentang sejarah dan budaya.

Kemudian temuan itu nantinya akan didiskusikan secara internal hingga mendapat kejelasan atas isu itu, setelah dikaji berdasarkan sumber-sumber literatur maupun data faktual dan bukti-bukti.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Editor : Achmad S



Berita Terkait