Ilustrasi/mili.id
mili.id - Kejadian horor menyeramkan dialami sejumlah mahasiswa ketika mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah dusun di Tuban, Jawa Timur.
Setiawan, salah satu mahasiswa kampus swasta di Surabaya peserta KKN bercerita bahwa kejadian mistis itu dialaminya pada Mei 2018 silam.
Baca juga: MAGMA Entertainment Rilis Trailer dan Poster “Badut Gendong”, Antagonis Baru di Semesta Qodrat
Dalam KKN kala itu, pihak kampus telah bekerja sama dengan kepala dusun setempat, terkait rumah yang disewa untuk menginap mahasiswa peserta KKN.
"Sebelum berangkat ke desa di sana, pihak kampus telah koordinasi dengan kepala dusun setempat. Jadi setelah kita tiba, sudah ada tempat untuk menginap," ungkap Setiawan kepada mili.id, Kamis (15/8/2024).
Kala itu, kelompok KKN Setiawan berjumlah 12 mahasiswa termasuk dirinya. Setibanya di desa tempat KKN pada siang hari, seluruh rombongan awalnya diturunkan di balai desa.
Hari pertama program seluruh kelompok KKN belum dijalankan. Para ketua kelompok tengah disibukkan perkenalan dengan stakeholder dan tokoh di desa tersebut sekaligus ramah-tamah.
"Di balai desa itu juga sore harinya dibagi tempat menginapnya, yang cewek dipisah dengan cowok. Kebetulan, saya gabung di satu penginapan dengan kelompok lain di rumah paling ujung," terang dia.
Rumah paling ujung itu diisi 11 orang dari kelompok campuran, yaitu mahasiswa laki-laki semua.
Usai meletakkan barang bawaan, Setiawan sempat santai sejenak bareng anggota kelompok lain yang berada di satu penginapan dengannya. Ada yang tiduran dan membersihkan diri.
"Sebelum maghrib, saya mandi karena habis isya ada rapat di penginapan anak cewek kelompok saya, untuk membahas teknis program kami," tambahnya.
Kelompok mahasiswa yang KKN di desa tempat pembunuhan (Foto: Setiawan for mili.id)
Rumah penginapan kelompok cewek ini jaraknya cukup jauh dengan tempatnya menginap. Karena tidak ada motor yang digunakan sebagai sarana, Setiawan dan 4 teman lelaki satu kelompoknya itu akhirnya jalan kaki.
"Gak seberapa jauh sih, kurang lebih cuma 5 kilometer. Karena tempat menginap anak cewek ini di depan sendiri, samping jalan raya," terangnya.
Selama perjalanan, Setiawan dan 4 temannya ini tak merasakan hal aneh apapun, meski malam itu kondisinya sudah sepi orang yang berlalu-lalang.
Setelah tiba di penginapan cewek, kelompok KKN Setiawan ini langsung persiapan menggelar rapat untuk membahas teknis yang sudah dikonsep satu bulan sebelumnya.
"Sesampainya di rumah penginapan cewek, awalnya tak ada hal aneh. Saya ke kamar mandi sendiri, sempat ngecas ponsel di kamar anak cewek juga sendiri. Biasa saja, gak merasakan apa-apa sebelum rapat," papar dia.
Baca juga: Trailer “Tumbal Proyek” Dirilis, Angkat Misteri dan Duka di Balik Proyek Besar
Kejadian Horor Terjadi Ketika Rapat
Rapat kemudian dimulai. Awal setelah digelar tak ada hal aneh. Semua menyimak gagasan dan teknis ketua kelompoknya. Hingga menjelang akhir rapat, keanehan mulai terasa.
"Teman saya yang cewek ini pas di tengah-tengah rapat ini gelagatnya sudah aneh, dia nunduk terus setelah melihat kursi tamu, dia juga seperti menulis sesuatu di kertas yang dia bawa," tambahnya.
Tiba-tiba, rekan Setiawan tersebut langsung berteriak dan menangis, suaranya mendadak berat dan parau. Seketika itu kelompoknya langsung panik dan kebingungan.
"Ternyata teman saya kesurupan. Teman-teman panik semua. Ada yang minta tolong warga sebelah rumah, ada yang menghubungi dosen untuk laporan," tuturnya.
Beberapa saat kemudian, pihak dosen datang bareng seorang ustad desa menggunakan mobil kampus. Cewek yang kesurupan itu berontak ketika hendak disadarkan oleh ustaz yang berpawakan kecil memakai peci putih bersarung maroon.
"Beberapa teman ada yang bantu pegangi tubuhnya supaya gak berontak. Nah, waktu itu juga aku nemu tulisannya di kertas yang temanku bawa itu, dia nulis: Aku di sini gak ganggu, jangan ganggu aku. Ada tulisannya begitu," sebutnya.
Proses penyadaran cewek tersebut cukup lama. Setelah sadar, kemudian rapat dibubarkan dan tempat menginap cewek dipindahkan ke balai desa, samping penginapan para dosen pendamping.
Baca juga: Horor Lokal Menggila! “Tragedi di Tanah Dayak” Raup Jutaan Viewer di Medsos
"Besoknya, saya tanya dia (cewek yang kesurupan) katanya di kursi ruang tamu yang dia lihat itu ada cewek cantik awalnya. Tiba-tiba tubuhnya terbakar dan mukanya berubah hitam dan seram," ujarnya.
Keesokan harinya, kejadian malam itu sudah terdengar di telinga warga setempat. Akhirnya, salah satu pejabat di desa ada yang bercerita ke kelompok Setiawan.
"Jadi menurut satu warga di sana, sebelumnya tempat itu pernah ada kejadian dugaan pembunuhan. Istrinya dibakar sama suaminya," lanjutnya.
Setiawan tak percaya begitu saja. Ia mencoba mencari berita di Google. Hasil pencariannya, salah satu media online yang dilihat saat itu, ada yang memberitakan peristiwa tersebut, dan cocok dengan informasi yang ia terima dari salah satu pejabat desa.
"Di berita online ternyata ada. Lokasi, waktu kejadian juga tepat dengan omongan warga yang ngasih informasi itu," ungkapnya.
Menurut Setiawan, rumah itu pencahayaannya memang remang-remang. Namun bersih dan terawat.
"Ternyata rumah itu sudah lama dikosongkan, gak ada yang menempati setelah peristiwa dugaan pembunuhan itu. Tapi rumahnya selalu dibersihkan, dirawat sama orang yang ada di samping rumah," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
