Presiden Jokowi Sebut Investasi IKN Tembus Rp56,2 Triliun

Presiden Jokowi Sebut Investasi IKN Tembus Rp56,2 Triliun © mili.id

Presiden Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Garuda, IKN, Senin (12/8/2024) - (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

mili.id - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa investasi untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah masuk sebesar Rp56,2 triliun.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi ketika memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Garuda, IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (12/8/2024).

Baca juga: Pemerintah Percepat Pembangunan IKN, Target Jadi Ibu Kota Politik pada 2028

Menurutnya, investasi untuk pembangunan IKN itu di luar anggaran dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Dan per hari ini, perlu juga juga saya sampaikan bahwa sudah, di luar anggaran dari APBN, investasi yang masuk sudah Rp56,2 triliun," terang Presiden Jokowi dikutip mili.id dari laman Sekretariat Kabinet RI.

Presiden menambahkan, sudah terdapat 55 investor yang melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama, yakni sektor pendidikan terdapat 6 investor, kesehatan terdapat 3 investor, retail dan logistik terdapat 10 investor.

Baca juga: Kereta Api Masuk Kalimantan, Proyek Rp25 Triliun Buka Jalan Integrasi Nasional

Selain itu, dari bidang perhotelan terdapat 8 investor, kantor dan perbankan terdapat 14 investor, hunian dan area hijau terdapat 9 investor, untuk media dan teknologi terdapat tiga investor.

"Ekonomi yang akan dikembangkan di Ibu Kota Nusantara juga ekonomi hijau, ekonomi digital yang akan mengiringi pemerintahan di Ibu Kota Nusantara. Ekonomi, sekali lagi, ekonomi hijau, ekonomi digital, data center, financial center, dan yang lain-lainnya," ujarnya.

Presiden kembali menegaskan latar belakang kepindahan ke Ibu Kota Nusantara ini bukan hanya pindah fisiknya, tetapi pindah pola pikir, pola kerja, serta mobilitasnya.

Baca juga: Pimpin Upacara Hardiknas 2026 di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi dan Bangga Paskibra Bersatu Murid SD/SMP/SMA Jatim

"Karena mobilitas di Ibu Kota Nusantara semuanya memakai kendaraan yang kendaraan listrik dan juga energinya memakai energi hijau. Bangunannya pun juga bangunan di sini semuanya diarahkan ke green building dan aksesibilitasnya juga diprioritaskan untuk pejalan kaki dan yang naik sepeda," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait