Posisi Khofifah-Emil Disebut Relatif Aman di Pilgub Jatim 2024, Meski Banyak Lawan

Posisi Khofifah-Emil Disebut Relatif Aman di Pilgub Jatim 2024, Meski Banyak Lawan © mili.id

Khofifah-Emil terima rekom PKS. (Dok mili.id)

Surabaya - Pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sudah mendapatkan dukungan 7 parpol pemilik kursi DPRD Jatim. Yakni, Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PKS, PPP, dan PSI.

Ditambah satu parpol nonparlemen yang berpengaruh, Partai Perindo. Sedangkan PKB, PDIP, dan NasDem dikabarkan akan berkoalisi membentuk poros baru untuk melawan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024.

Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

Santer beredar kabar, jika koalisi ini bakal mengusung Tri Rismaharini dan Kiai Marzuki Mustamar (Risma-Kiai Marzuki).

Namun hingga kini, PKB dan PDIP belum bersepakat siapa calon yang bakal diusung. Karena itulah, survei ARCI dalam surveinya membuat simulasi 3 pasangan calon di Pilgub Jatim.

PKB yang memiliki 27 kursi bisa mengusung pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon Wakil Gubernur (Cawagub) tanpa koalisi. Sedangkan PDIP harus berkoalisi dengan NasDem jika ingin mengusung kadernya di Pilkada Jatim ini.

Namun simulasi 3 paslon pun, elektabilitas Khofifah-Emil tetap teratas dengan 54,3 persen. Sedangkan Risma yang dipasangkan dengan sesama kader PDI, Nur Arifin (Bupati Trenggalek) hanya sanggup meraih 18,4 persen.

Marzuki-Anggia Emarini (Ketua Umum PP Fatayat NU sekaligus Wasekjen DPP PKB) hanya meraih 13,5 persen saja. Pada simulasi ini masih ada 13,8 persen responden yang belum menjawab di angka.

Karena itulah, Direktur ARCI Baihaki Sirajt menyatakan elektabilitas pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur petahana Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak cukup aman di Pilgub Jatim 2024.

Baihaki menyatakan elektabilitas Khofifah-Emil yang mampu menembus 50 persen lebih sudah masuk kategori relatif aman, karena minimnya angka pemilih belum menentukan pilihan.

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

"Karena masa pendaftaran kurang sebulan, masa kampanye tidak sampai tiga bulan, sangat berat mengejar elektabilitas Khofifah-Emil jika tidak ada gebrakan berarti dari partai penantang untuk segera memunculkan calon," jelas Baihaki dalam penjelasan hasil surveinya beberapa hari lalu.

Baihaki pun memprediksi Khofifah-Emil bakal memenangi kontestasi Pilgub Jatim 2024. Prediksi ini dengan melihat elektabilitas Khofifah-Emil di atas 50 persen. Sementara undicided voters cukup rendah.

"Ceruk yang diperebutkan semakin kecil, dan jika Pilgub Jatim tidak ada gebrakan dari lawan dari Khofifah-Emil, maka berat sekali mengalahkan petahana (Khofifah-Emil) di Pilgub Jatim 2024," ungkapnya.

Di sisi lain, Khofifah-Emil bisa unggul jauh atas nama lain karena masyarakat puas atas kinerja keduanya selama menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024. Apalagi, tingkat kesukaan warga terhadap Khofifah dan Emil di atas 70 persen.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli Demi Lindungi Aset Daerah Strategis

"Karena warga juga tidak mau mengambil risiko memilih calon yang tidak punya pengalaman dan track record memimpin provinsi besar, apalagi Jatim jumlah penduduknya sangat besar hampir 40 juta," tandas Baihaki.

Untuk diketahui, survei ARCI dilakukan pada 1-12 Juli 2024 dengan jumlah 1.200 responden. Survei ARCI menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Survei ARCI memiliki margin of error di angka 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Sebanyak 25 persen kuisioner dilakukan quality control.

Dengan melihat ini, apakah PKB dan PDIP justru semakin bersemangat membuat poros baru Pilgub Jatim 2024? Sangat menarik untuk dinantikan gebrakan calon penantang Khofifah-Emil Dardak.

Editor : Achmad S



Berita Terkait