Kegiatan Majelis Warkopiyah Sikapi Persoalan dan Isu Soal Gen Z. (Hatta /Mili.id)
Jember - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Patrang Jember menggelar diskusi bagaimana menyikapi maraknya kenakalan remaja.
Dalam kegiatan diskusi bernama Majelis Warkopiyah yang digelar secara santai di Cafe Win Lingkungan Pagah, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember ini terurai bila pola pendekatan terhadap remaja atau biasa disebut Generasi Z saat ini berubah.
Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024
Kinii peran dari adanya kegiatan organisasi atau majelis positif menjadi alternatif untuk menanggapi persoalan kenakalan remaja, karena pendekatan lewat orang tua saja, saat ini tidak cukup, sebab Generasi Z itu terkadang tertutup dengan orang tua.
"Dari diskusi santai yang kami gelar di cafe ini, sebagai bagian alternatif bagaimana kita bisa mendekati Gen Z. Diakui memang, saat ini pendekatan kepada remaja tidak hanya lewat orang tua kepada anaknya, dan peran dari organisasi seperti halnya lewat IPNU juga penting," kata Demisioner Ketua PAC IPNU dan Pembina Patrang Adinda Santoso Putra, Jumat (26/7/2024) malam .
Sehingga masih menurut Putra, bagaimana menghindari hal negatif itu, ya pentingnya peran lingkungan untuk memberikan informasi yang benar dan pendekatannya pun harus santai, seperti halnya kegiatan yang digelar di cafe seperti saat ini.
Kegiatan Majelis Warkopiyah Sikapi Persoalan dan Isu Soal Gen Z. (Hatta/ Mili.id)
Selanjutnya lewat kumpulan atau majelis yang dikemas santai itu, maka peran organisasi positif seperti halnya IPNU, yang nantinya memberikan penguatan.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
Sedangkan terkait peran jajaran pemerintah, lebih lanjut kata Putra, juga perlu didukung dengan penguatan program untuk saling kolaborasi.
"Sehingga lewat kolaborasi antara camat, koramil, dan polsek, semakin menguatkan upaya awal untuk menjaga lingkungan dari faktor-faktor negatif dari luar yang berupaya masuk ke lingkungan masyarakat setempat," tuturnya.
Sementara itu menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Patrang Lora Mustami, lewat kegiatan majelis ini, seluruh para pemuda lain diharapkan bisa untuk ikut bergabung.
"Karena wadah IPNU dan IPPNU inilah yang benar dan tepat untuk menghadapi tantangan masa depan, terutama soal menyikapi kenakalan remaja," ucapnya.
Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism
Diketahui dalam kegiatan diskusi santai di cafe tersebut, diikuti sekitar 20 lebih generasi Z dari tingkat SMA dan Mahasiswa baru yang ada di lingkungan Kecamatan Patrang.
Salah satu peserta diskusi, Rahmat Hidayat menilai adanya acara diskusi santai di cafe itu lebih menarik dan dianggap mudah untuk dipahami, daripada harus mengikuti kegiatan diskusi secara resmi.
"Menurut saya, Gen Z saat ini lebih passion berkegiatan di Cafe. Adanya diskusi dikemas santai ini, menurut saya lebih bisa diterima daripada yang umum lewat kegiatan resmi," kata siswa kelas 11 salah satu SMA Favorit di Jember itu.
Editor : Aris S
