Rapat Koordinasi Polres Jember dengan Ketua Ranting, dan Ketua Cabang PSHT Jember (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi menyebut bahwa massa pesilat pelaku pengeroyokan terhadap 5 polisi hingga terluka sekitar 15 orang.
Lima polisi itu bernama Aiptu Agus Sutikno, Aipda Kusnadi, Aipda Parmanto Indrajaya, Bripka Radya, dan Bripka Andre. Mereka merupakan anggota Polsek Kaliwates.
Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024
Dari 5 polisi yang dikeroyok, satu di antaranya, yaitu Aipda Parmanto Indrajaya mengalami luka cukup parah pada bagian wajah dan harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Kaliwates.
Baca juga: 5 Polisi di Jember Terluka Dikeroyok Massa Pesilat
Mereka dikeroyok ketika hendak membubarkan massa pesilat yang menutup jalur nasional, sekitar traffic light Simpang Tiga Transmart, Jember tersebut, sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (22/7/2024).
Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi langsung menggelar rapat koordinasi bersama seluruh ketua ranting dan Ketua Cabang PSHT Jember.
Bayu meminta kepada warga PSHT untuk menyerahkan terduga pelaku dengan batas waktu 1x24 jam.
"Karena infonya cukup banyak. Informasi yang kami terima dari korban, rekan-rekan, dan saksi yang melihat. Itu (pelaku) antara 10 sampai 15 orang," jelas Bayu.

Menurut Bayu, dugaan jumlah pelaku itu berdasarkan informasi dan video yang diperoleh anggotanya, serta rekaman CCTV di sekitar TKP.
Soal kejadian itu, Bayu mengungkapkan rasa kecewanya. Karena lima anggotanya yang menjadi korban itu posisinya masih memakai seragam dinas.
"Saya ingin menyampaikan rasa kecewa dan menyesalkan apa yang terjadi. Selama ini situasi kamtibmas di wilayah hukum Jember sudah sangat kondusif. Tapi peristiwa tadi malam yang menimpa anggota kami, ini mencoreng nama baik dan situasi kamtibmas," ungkap Bayu.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
Mantan Kapolres Pasuruan ini menjelaskan, kala itu 5 anggotanya sedang melakukan patroli pengamanan.
"Semalam adalah acara puncak Suroan Agung PSHT. Kami juga sudah melakukan upaya-upaya pengamanan. Baik secara patroli, kemudian pengawalan terhadap para peserta kegiatan. Namun demikian, masih banyak konvoi yang dilakukan," ujarnya.
"Padahal hal ini sudah kami himbau mulai dari para ketua ranting, juga ketua cabang," tambah Bayu.
Untuk itu, lanjut Bayu, tindakan tegas perlu dilakukan.
"Karena hal ini tidak bisa dianggap sepele, baru saja kami memanggil seluruh ketua ranting PSHT dan Ketua Cabang PSHT Jember, untuk segera menuntaskan persoalan ini. Kami meminta masing-masing pihak, bisa memberikan informasi yang valid terkait dengan para pelaku," tegasnya.
Sementara Ketua Cabang PSHT Jember, Djono Wasinudin menyampaikan permohonan maaf.
Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism
"Tadi malam ada masalah. Yang jelas kami ketua cabang, bersama ketua ranting menghaturkan sangat prihatin dengan kejadian ini. Kita juga mohon maaf," tutur Djono.
Ia menjelaskan, kegiatan PSHT yang berujung pengeroyokan terhadap 5 anggota polisi itu di luar wewenangnya.
"Acara tadi malam itu doa bersama dan slametan warga baru yang berlangsung 9 hari. Kita siap mencari selama 24 jam ini untuk menyerahkan para pelakunya. Kita juga akan berupaya supaya proses tadi malam bisa dipertanggungjawabkan oleh pelaku," tegas dia.
Ketua LBH PSHT, Suyitno berharap agar kejadian semalam tidak terulang. Dia juga mengingatkan agar tidak ada kejadian salah tangkap terhadap terduga pelaku.
"Terkait acara yang kami lakukan kemarin, semua dari awal sudah mengatakan bahwa SH Terate ini diadakan sendiri, dilakukan sendiri, juga kita amankan sendiri," terang Suyitno.
"Kita juga dari Pamter (Tim Keamanan PSHT) sudah ada rekaman (video) juga titik-titik (lokasi) kegiatan tadi malam. Mudah-mudahan kita tidak salah menangkap orang. Jadi nanti yang kita serahkan, benar-benar adalah pelaku," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
