Ilustrasi (iStock: MTStockStudIo)
mili.id - Belakangan ini udara dingin saat malam hari terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Udara dingin di malam hari merupakan fenomena alam yang biasa disebut dengan bediding.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, Warga Diminta Waspada
Bediding adalah istilah masyarakat Jawa untuk menyebut perubahan suhu yang mencolok khususnya di awal musim kemarau. Suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi.
Sementara pada siang hari, suhu di beberapa daerah melonjak hingga panas menyengat. Hal ini menjadi pertanda, bila fenomena itu terjadi, maka diprediksi musim kemarau akan tiba.
Penyebab Bediding
Dilansir dari situs resmi BMKG, suhu udara dingin atau bediding merupakan fenomena alam yang umum terjadi pada musim kemarau antara Juli sampai September.
Fenomena ini menghadirkan suhu dingin yang tidak biasa, bahkan terasa lebih dingin dibanding musim hujan.
Baca juga: BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Bali
1. Posisi Matahari
Pada periode tersebut, posisi matahari berada pada titik terjauh di sebelah utara garis khatulistiwa.
Hal ini menyebabkan belahan bumi selatan, termasuk Indonesia, menerima paparan sinar matahari yang lebih sedikit, sehingga suhu menjadi lebih dingin.
2. Angin Muson Australia
Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jatim
Angin muson Australia yang kering dan dingin bertiup ke wilayah Indonesia, membawa massa udara dingin yang menurunkan suhu.
3. Perubahan Tekanan Udara
Perbedaan tekanan udara antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik ini menyebabkan pergerakan massa udara dingin ke daratan, sehingga suhu di daratan menjadi lebih rendah.
Editor : Narendra Bakrie
