Dinsos Jember Beri Apresiasi Perempuan Difabel Jalankan Usaha Jastip

Dinsos Jember Beri Apresiasi Perempuan Difabel Jalankan Usaha Jastip © mili.id

Dinsos Jember memberikan assesment ke rumah Mbak Mia.

Jember - Pasca viral di medsos tentang adanya perempuan difabel, Wadi'ah Rabbil Izzati (23), yang mandiri dan menjalankan usaha jasa titipan (jastip) bersepeda, membuat Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Jember memberikan apresiasi.

Nantinya perempuan yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara tinggal di Lingkungan Karangbaru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember itu akan dibantu dengan pelatihan untuk mengembangkan usaha jasa kurir yang sedang dijalani agar lebih memberikan manfaat dan lebih profesional digarap.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

"Beberapa hari yang lalu, rekan-rekan memang kami tugaskan untuk assesment ke rumah Mbak Mia. Mia ini insiprasi buat yang lain untuk bisa mempunyai semangat hidup untuk berusaha dan berkreasi untuk dirinya sendiri menjadi mandiri," kata Kadinsos Jember Ahmad Helmi Luqman, Jumat (28/6/2024).

Tapi menurut Helmi nantinya pihaknya akan mempertimbangkan secara baik waktu yang tepat untuk pelatihan, mengingat Mia kan masih menjalani perkuliahan.

"Kami akan berkoordinasi dengan Karang Taruna Pemkab Jember yang bergerak di bidang bisnis, untuk memberikan pelatihan awal terkait usaha jastip yang dijalani," sambungnya.

Pelatihan yang dimaksud, lebih lanjut Helmi menjelaskan, terkait pengelolaan bisnis kurir yang dijalankan, apakah sudah sesuai dengan biaya atau tarif jasa yang ditawarkan.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

"Mengelola dan mengatur usaha seperti apa. Jangkauan marketingnya, maupun apabila usaha ini dikembangkan, bagaimana nanti diedukasi siapa tahu merekrut pegawai atau teman-temannya untuk menjalankan usahanya. Apabila dia bekerja dengan teman-temannya bagaimana cara membagi hasilnya," beber Helmi.

Tujuan diberikan bantuan lewat pelatihan bisnis dan bukannya berbentuk materi. Kata Helmi, bertujuan untuk semakin mengembangkan potensi bisnis yang dimiliki Mia.

"Supaya nanti bisa diajari bagaimana caranya berbisnis. Karena semangatnya luar biasa. Tinggal kita memoles, jadi biar terarah nantinya dan ada teman, supaya tidak sendiri. Tugas kita mengarahkan dan memfasilitasi apabila ada yang harus kita fasilitasi," ucapnya.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

Perlu diketahui, dengan kondisinya Mia yang ingin mandiri lewat menjalankan usaha jastip dengan bersepeda. Tarif yang dipatok Mia untuk jasa kurir yang ditawarkan terbilang murah. Kisaran Rp 5-8 ribu sekali mengirimkan pesanan.

Mia tidak mempertimbangkan jarak, ataupun bobot barang pesanan jastip yang diantarnya bersepeda. Mia berdalih, dia menjalankan usaha atas dasar senangnya berjalan-jalan sembari memiliki usaha.

Dengan kondisinya yang difabel sulit berbicara lancar, dan berjalan dengan kaki yang berbentuk huruf O. Mia tidak minder ataupun malu, komentar dari netizen di banyak medsos menunjukkan apresiasi positif atas usaha atau bisnis yang dilakoni Mia.

Editor : Aris S



Berita Terkait