Peserta dari berbagai stakeholder mengikuti Rakor Basarnas Bali.
Bali - Basarnas Bali menggelar Rapat Koordinasi (RAKOR) SAR tentang Kontingensi SAR dalam penanganan kecelakaan kapal bertajuk "Penyusunan Kontingensi Kecelakaan Kapal Kita Wujudkan Sinergitas Potensi SAR Guna Memberikan Pelayanan Jas SAR yang Prima", Rabu (26/6/2024).
Acara yang dilaksanakan di Prime Plaza Hotel and Suites, Sanur, itu turut dihadir Lanal Denpasar, Polairud Polda Bali, KSOP, Disnav Kelas II Benoa, Kepala Balai BMKG Wilayah III, Pelindo, Ditsamapta Polda Bali, Bakamla, dan Klinik Nusa Medika.
Baca juga: WN Turki Diduga Ugal-ugalan di Badung, Tabrak Lima Kendaraan dan Lukai Tujuh Orang
Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, dalam sambutannya mengatakan melalui Rakor ini diharapkan dapat menjadi sarana atau media konsolidasi antara Kantor Basarnas Bali dengan stakeholder terkait.
"Total wilayah kerja Basarnas Bali sangat luas, kurang lebih 5.636.,66 KM2, inilah yang menjadi tantangan tugas yang harus diemban untuk pelayanan SAR bisa optimal kepada masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang aktif memperhatikan isu keselamatan dan keamanan transportasi. Keaktifan tersebut ditunjukan dengan keanggotaan Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO) dan International Civil Aviation Organization (ICAO).
Baca juga: Lima Terpidana Korupsi Kembalikan Kerugian Negara Rp3,01 Miliar di Blitar
"Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan sebagai instansi resmi pemerintah yang bertanggungjawab di bidang SAR, ikut mempunyai andil yang besar dalam menjaga citra Indonesia sebagai daerah yang aman untuk penerbangan dan pelayaran," tambahnya.
Sehari sebelumnya, beberapa instansi terkait telah diundang untuk pembahasan kontingensi SAR dalam penanganan kecelakaan kapal, khususnya di Selat Badung.
"Hasil pembahasan itu telah disepakati bersama tentang standar operasional prosedur serta dukungan sarana dan prasarana untuk mendukung bersama pelaksanaan operasi SAR," pungkasnya.
Usai pembukaan yang disimbolkan dengan pemukulan gong, selanjutnya dilakukan penandatanganan lembar harmonisasi rencana kontingensi SAR yang melibatkan 30 instansi terkait.
Editor : Aris S
