Wajah pelaku pemukulan terekam kamera dasboard Bus Transjatim (istimewa)
Surabaya - Video berdurasi 57 detik yang mempertontonkan pemukulan dilakukan pengemudi mobil Xpander hitam berpelat W 1382 TY, terhadap driver bus Transjatim di Jalan Romokalisari, Benowo, Surabaya, viral di sosial media.
Informasi yang dihimpun mili.id, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu (22/5/2024) malam, sementara korbannya ialah AK (28), yang telah menekuni profesi itu selama dua tahun.
Baca juga: Dafam Pacific Caesar Surabaya Hadirkan "The Late Shift", Sajikan Pengalaman Kuliner Larut Malam
Kepala Seksi Prasarana Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim Mulyono membenarkan adanya kejadian tersebut, dan menjelaskan akibatnya, kejadian itu korban menderita luka di bagian telinga setelah dipukul pelaku hingga tersungkur ke aspal.
"Iya benar kejadian seperti di video itu. Korban berinisial AK, luka ditelinga, kena pukul, sampai jatuh," katanya, Jumat (31/5/2024).
Kronologi yang dihimpun Mulyono, kondisi lalu lintas di ruas jalan tersebut saat itu sedang macet. Lalu, pengendara mobil Xpander diduga berupaya manuver mendahului dengan cara memotong laju bus.
Sebelum mobil Xpander itu bermanuver, tangan kanan sopir bus berupaya melambai-lambai sebagai pertanda agar kendaraan di sekitarnya tidak mengambil lajurnya.
"Jadi begini posisi macet, pelaku ini mengemudikan mobil Xpander, dia mau masuk (jalurnya bus). Sebelum masuk dia sudah dikasih tanda sama driver Transjatim agar jangan masuk, tapi tangan drivernya malah ditarik," terangnya.
Entah apa motifnya, ungkap Mulyono, seorang penumpang di samping kiri pengemudi mobil menarik tangan AK, setelah itu, keduanya cekcok.
Baca juga: Tangis Janda Bongkar Dugaan Pungli Sewa Lahan Aset Pemkot, Camat Mulyorejo Ultimatum LPMK Kalijudan
Menurutnya, AK berusaha mengklarifikasi perbuatan si terduga pelaku dengan cara turun dari bus.
Ternyata, diikuti oleh pelaku yang berkemeja lengan pendek putih bermotif garis-garis vertikal itu.
Tak pelak, disela-sela cekcok itu AK tiba-tiba dipukul hingga terjerembab ke aspal, dan kasus itu langsung dilaporkan AK ke Polsek Benowo.
"Iya dia mau maksa masuk (lajur bus). Kan khawatir kesenggol, diperingatkan, malah tangan ditarik. Sopir turun, karena merasa ini, kok malah dipukul," tambahnya.
Baca juga: Dugaan Pungli Kalijudan Meluas, Pedagang Bongkar Dugaan Sewa Lahan Aset
"Iya (karena Xpander berhenti) posisinya juga melintang (posisi mobil) motong jalur. Kecuali kalau disenggol dari belakang. Nah itu kan posisi melintang. Sudah dilaporkan ke Polsek Benowo hari itu juga," lanjutnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Benowo Kompol Didik Sulistyo membenarkan adanya laporan tersebut, kasus itu hingga kini dalam penyelidikan Tim Antibandit Unit Reskrim.
Perkembangan hasil penyelidikan sementara, kata Didik, ternyata petunjuk pelat mobil yang sempat terekam kamera dasboard itu, diduga telah berpindah kepemilikan karena proses jual-beli.
"Laporan sudah masuk dan sedang kami dalami, karena mobil sudah dijual ke orang lain," pungkasnya.
Editor : Aris S
