Tour & Travel di Surabaya Dipolisikan: Member 100 Lebih, Kerugian Disebut Rp166 Juta

Tour & Travel di Surabaya Dipolisikan: Member 100 Lebih, Kerugian Disebut Rp166 Juta © mili.id

Aprodita Eka, salah satu korban perusahaan tour and travel di Surabaya (Foto: Rama/mili.id)

Surabaya - Perusahaan tour and travel bernama Lovean dilaporkan membernya ke Polrestabes Surabaya, atas dugaan penipuan.

Salah satu pelapor adalah Aprodita Eka. Dia mengaku telah membuat laporan polisi ke Polrestabes Surabaya sejak Januari 2024.

Baca juga: Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Four Points by Sheraton Surabaya Hadirkan #FYP Moments

Dia menyebut, ada 169 orang member yang diduga menjadi korban penipuan perusahaan tour and travel tersebut, dengan total kerugian Rp166 juta.

"Agenda liburan saya dan rombongan ke Lombok dibatalkan sepihak oleh manajemen, dan uang tak kembali. Batal sepihak, kuota gak penuh katanya. Akhirnya aku minta refund aja. Tapi sampai tiga kali ditagih, mbleset (meleset) gak dibalikin," terang Dita, Rabu (24/4/2024).

Menurut Dita, dirinya bersama teman-temannya kala itu memilih jasa Lovean Tour and Travel atas referensi temannya. Sebab, waktu itu sedang banjir diskon.

"Waktu itu tripnya mau liburan ke Lombok. Aslinya Rp2.300.000, dapat promo Rp999.000 per orang, jadi kita bayar separuh harganya itu," terangnya.

Dita juga mengaku sudah mendapatkan jawaban dari manejemen Lovean Tour and Travel. Katanya, dia hanya diberikan jawaban janji. Dan korbannya kini terkoordinir di dalam satu satu group WhatsApp (WA).

Baca juga: Anas Karno: Akurasi Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Surabaya

Sementara dari owner Lovean Tour and Travel, Vijay Ramadhan saat dikonfirmasi membenarkan polemik di perusahaannya tersebut. Tapi, ia tidak tahu bila kasusnya sampai ke meja kepolisian.

"Untuk trip bulan Februari ada uang masuk sama DP sampai April. Tak (saya) buat nutup kerugian di Desember. Terus tiba-tiba Desember ada salah satu rekan terlibat masalah di Bali. Dan imbasnya ke perusahaan," ungkap Vijay ketika dikonfirmasi wartawan.

Vijay juga mengaku langsung melakukan konfirmasi kepada para peserta di grup WhatssApp. Ia juga menjanjikan bakal mengganti uang tersebut yang diperkirakan mencapai Rp120 juta lebih.

Baca juga: Syaifuddin Zuhri Ingatkan Dampak Krisis Kepercayaan terhadap DPRD

"Setiap trip yang dibatalkan karena kuota kurang. Ini saya selalu konfirmasi ke para tamu sebelum berangkat. Cuman ya gitu, terkendala dana. Tetapi, saya akan bertanggung jawab," jelas Vijay.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengungkapkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Iya, perkara tersebut masih berjalan prosesnya," ungkap Hendro.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait