Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. (Diskominfo Kabupaten Mojokerto)
Mojokerto - Wilayah Kabupaten Mojokerto saat ini sedang menghadapi endemi DBD. Bupati Ikfina meminta anggota fatayat NU untuk menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk. Seperti rosemari, dan serai.
Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan Kenduri Ketupat bersama ibu-ibu Fatayat NU, pada Minggu (21/4/2024). Ikfina mengingatkan bila saat ini Kabupaten Mojokerto tengah menghadapi endemi DBD.
Dan meminta kader-kader Fatayat NU untuk menanam tanaman yang nyamuk tidak suka. Diantaranya, rosemari dan serai.
"Saya minta tolong tanaman tersebut bisa ditanam di sekitar kita untuk menghalau nyamuk karena nyamuk tidak suka baunya," ujar Ikfina.
Selain itu, Ikfina juga meminta para kader Fatayat NU untuk membersihkan tempat penampungan air secara berulang agar tidak menjadi tempat berkembangnya sarang nyamuk.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Ditambah penyebaran DBD di Kabupaten Mojokerto karena banyaknya mobilitas orang keluar masuk saat lebaran.
"Jadi waktu lebaran angka DBD kita naik. Kenapa? Karena banyak mobilitas dari orang-orang yang keluar-masuk ke Mojokerto sehingga rentan tertular DBD dan menyebabkan kasus naik," ujarnya.
Terpisah Sekretaris Fatayat NU Kabupaten Mojokerto Rahmi Mubarokah menyebutkan, acara ini memiliki makna yang mendalam bagi organisasinya.
"Jadi 'Fatayat Think Green' bukan hanya sekedar perayaan. Tetapi juga sebuah komitmen untuk peduli lingkungan dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga bumi kita," pungkasnya.
Editor : Achmad S
