Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan memberikan imbauan pada penumpang bus.(Elok Apriyanto/mili.id)
Jombang - Aparat kepolisian dan Dishub Jombang melakukan tes urine pada sopir angkutan umum, untuk memastikan mereka bebas narkoba.
Sedikitnya ada 100 lebih sopir angkutan umum yang mengangkut pemudik menjalani tes urine di Terminal Kepuh Sari, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/04/2024).
Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir
Kapolres Jombang, AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Wakapolres Jombang, Kompol Hari Kurniawan mengatakan, dilakukannya tes urine pada sopir angkutan umum ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.
"Tes urine para pengemudi, baik sopir bus maupun travel, bersama dengan Dishub Jombang maupun provinsi. Untuk mengantisipasi suatu penyalahgunaan, obat-obatan atau narkoba oleh sopir," kata Hari.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lakalantas pada mudik Lebaran 2024, terhadap angkutan umum.
"Karena penyalahgunaan ini berpotensi akan menimbulkan kecelakaan, dan merugikan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Hewan Kurban Sapi dari Kapolda Jatim Diserahkan Kapolres Jombang ke Dua Ponpes di Jombang
Dari hasil tes urine terhadap ratusan sopir angkutan umum tersebut, Hari menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda sopir yang menggunakan narkoba maupun obat-obatan terlarang.
"Hasilnya dari keseluruhan sekitar 100, kita acak pengemudi, nihil ya negatif," tuturnya.
Selain melakukan tes urine pada para sopir angkutan umum, Hari menyebut pihaknya juga melakukan tes kesehatan sekaligus mengimbau para pemudik yang ada di dalam bus.
Baca juga: Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu
"Betul, ini teman-teman dari urkes Polres Jombang, melaksanakan pemeriksaan tensi, tentunya untuk mengetahui kondisi kesehatan para sopir angkutan umum," kata Hari.
Ia pun mengimbau pada para pemilik usaha jasa layanan transportasi umum, agar menyiapkan sopir cadangan, mengingat para sopir yang mengangkut penumpang ini akan menempuh perjalan jauh.
"Kita berharap, pada pengusaha angkutan umum untuk menyiapkan sopir cadangan, karena arus lalulintas ini padat, sekaligus untuk mengantisipasi apabila sopir benar-benar capek, kalau dipaksakan, bisa membahayakan keselamatan penumpang maupun sopir itu sendiri," pungkasnya.
Editor : Aris S
