Petugas memadamkan api (Foto: Eko Purwanti/mili.id)
Banyuwangi - Mesin penghangat atau oven tanaman jamur tiram milik Sri Handayani (47), warga Dusun Krajan II, Desa/Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi meledak, Kamis (21/3/2024).
Sumber api diduga berasal dari selang regulator elpiji oven yang bocor.
Baca juga: Diduga Terjadi Ledakan di Gudang Munisi Madiun, Sejumlah Anggota TNI Jalani Perawatan
Kepanikan mendera pemilik rumah saat api mulai membesar. Menurut Sri, sempat terdengar suara letupan dari balkon rumah sekira pukul 12.00 WIB, tempat mesin oven diletakkan.
"Ada suara ledakan dari balkon, tapi gak sebegitu kencang suaranya. Saat saya kroscek ternyata api sudah membesar," ungkap dia.
Kebetulan, saat ledakan muncul dari balkon, Sri sedang berada di dapur. Hanya dipisahkan tembok rumah antara balkon dengan dapur.
Sri bersama anaknya sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Bukannya padam, api malah semakin berkobar.
"Ambil air sama anak saya pakai timba lalu disiram. Bukannya padam api, malah membesar. Akhirnya panggil tetangga rumah, buat bantuin (memadamkan api)," jelasnya.
Baca juga: Ledakan Diduga Berasal dari LPG, Rumah di Mojoagung Jombang Terbakar, Satu Orang Terluka
Tetangga Sri pun ikut melakukan upaya pemadaman. Dipakailah berapa keset yang dibasahi dengan air. Diletakkan tepat di tabung elpiji yang terbakar.
Namun, usaha itu sia-sia. Api tambah membesar. Sri pun akhirnya meminta bantuan pihak desa untuk menghubungi petugas pemadam.
Koordinator Damkar Sektor Genteng, Sutikno menyebut, api dapat dipadamkan dengan bantuan satu unit mobil pemadam. Menurutnya, sumber api diduga berasal kebocoran regulator tabung gas elpiji 3 kilogram.
Baca juga: Pahlawan Keluarga, Kakek Terpeleset Tercebur Sumur Saat Kebakaran Rumah Anaknya
"Selang regulator bocor. Lalu api membesar dan merembet ke mesin oven," ujar dia.
Sekitar 57 benih jamur tiram ikut hangus bersama mesin oven. Beruntung api tak sampai merembet ke bagian rumah maupun gudang penyimpanan jamur tiram yang berada di bawah balkon.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Editor : Narendra Bakrie
