Aksi Ormas M1R di depan Kantor KPU Surabaya (Foto: Ist)
Surabaya - Sebagai wujud apresiasi atas kinerja pejuang demokrasi, Organisasi Masyarakat (Ormas) Maluku 1 Rasa (M1R) membagikan bunga di depan Kantor KPU Surabaya, Sabtu (24/2/2024).
Koordinator lapangan (korlap) aksi M1R, Baharudin Umasugi mengatakan, ada 50 orang yang hadir di Jalan Raya Tenggilis Surabaya itu. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Terima Kasih Pahlawan Demokrasi KPPS-PPK-KPU. Lelah Sakitmu Demi Pemilu 2024 yang Sukses dan Bermartabat".
Baca juga: The Alana Surabaya Rayakan Anniversary Dengan Donor Darah Kemanusiaan
"Pemberian bunga kepada pengandara jalan ini sebagai simbol cinta kami kepada semua masyarakat dan elemen lain, baik itu pihak keamanan, penyelenggara Pemilu 2024 dan masyarakat itu sendiri," terang Baharudin.
Menurutnya, aksi ini dilakukan sebagai wujud penyeimbang dan mereduksi opini yang berkembang terhadap potensi gerakan yang mendelegitimasi hasil Pemilu 2024 yang masih belum mencapai final.
"Kita ingin mempertegas, kalau pun ada kecuranagan, silahkan tunggu sampai hasil akhir yang akan di bulan Maret. Setelah itu, silahkan gugat di konstitusi," tegasnya.
Baharudin menilai, sejauh ini jalannya Pemilu 2024 sudah lancar, aman dan damai. Maka dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan, sebagai wujud apresiasi terhadap pahlawan demokrasi yang gugur.
Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban
"Sekarang proses kita sudah baik, proses Pemilu 2024 sudah berjalan lancar. Jangan ada lagi keributan di mana-mana. Sudah ada puluhan korban dari KPPS akibat kelelahan. Pemilu tahun ini sudah sangat baik dibanding pemilu sebelumnya," tambahnya.
Dia juga meminta masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran narasi hoaks, terutama lewat media sosial. Juga berpesan kepada para politisi supaya tidak mengadu domba masyarakat.
"Ini pesan kepada bapak politisi, kepada mereka yang punya kepentingan, jangan adu domba rakyat. Stop adu domba, stop sebarkan hoaks, stop saling curiga kepada sesama anak bangsa," paparnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel
Sementara bagi pendukung atau pun kubu yang merasa kurang puas atas hasil Pemilu 2024 nanti, bisa melakukan upaya gugatan didasari bukti-bukti tanpa dengan menyebar hoaks yang dapat memecah belah anak bangsa.
"Silakan tunggu sampai hasil akhir di bulan Maret. Setelah itu silahkan gugat di konstitusi. Kita sudah ada regulasinya, sudah ada aturannya. Setop perdebatan quick count tentang survei, tentang kecurangan," tuturnya.
"Kepada semua pihak yang merasa itu curang, silakan kumpulkan bukti dan berproses di MK. Sekali lagi, jang mengerdilkan apa sudah dilakukan KPU saat ini," pungkas Baharudin.
Editor : Narendra Bakrie
