Sempat Pamit Hendak Merantau ke Bali, Pria di Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sempat Pamit Hendak Merantau ke Bali, Pria di Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri © mili.id

Polisi melakukan identifikasi di lokasi kejadian (Foto: Humas Polsek Sempolan for mili.id)

*Informasi berikut tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.


Jember - Pria bernama Sura'e (61), warga Dusun Sumber Lanas Timur, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember ditemukan tewas gantung diri di pohon nangka dekat rumahnya.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Korban ditemukan menggantung dengan seutas tali dengan ketinggian kurang lebih 5 meter, sekitar pukul 07.45 WIB, Senin (19/2/2024).

Korban ditemukan pertama kali oleh putri angkatnya, SH (18). Saat itu SH teriak histeris mendapati ayahnya tewas gantung diri. Teriakan itu menghebohkan warga.

Warga setempat, Maddewi (64) yang mendengar teriakan anak korban, kemudian mendatangi sumber suara, dan berusaha menolong korban, dengan cara diturunkan dari pohon.

"Saksi memotong tali yang melilit leher korban. Korban diturunkan dari atas pohon. Tapi korban sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," ungkap Kapolsek Sempolan, AKP M Na'i di lokasi kejadian.

Na'i menjelaskan, untuk menangani kasus ini, Polsek Sempolan berkoordinasi dengan puskesmas setempat dan Tim Inafis Polres Jember.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

"Identifikasi sudah kami lakukan. Dan dari hasil keterangan saksi-saksi, diduga kuat korban meninggal karena bunuh diri," ujarnya.

Menurut Na'i, korban diduga nekat mengakhiri hidup karena depresi.

"Berdasarkan informasi yang kami peroleh, korban memiliki masalah ekonomi dan juga sekitar setahun lalu istrinya meninggal. Sehingga mungkin karena depresi, korban nekat melakukan itu (bunuh diri)," paparnya.

Beberapa hari sebelumnya, lanjut Na'i, korban sempat menghubungi tetangga untuk menitipkan anaknya. Alasannya, korban akan pergi merantau ke luar pulau untuk bekerja.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

"Dari keterangan saksi juga kami dapat informasi, korban sempat pamit dan titip anaknya. Karena mau ke Bali untuk bekerja," tambahnya.

Na'i menyebut bahwa keluarga menolak proses autopsi terhadap jenazah korban, dengan membuat surat pernyataan bermaterai.

"Selanjutnya jasad korban dimakamkan dengan layak oleh keluarga," pungkas Na'i.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait