Kepala BNPT Boy Rafli Amar
Mili.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar menekankan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) digunakan sebagai wadah aktualisasi diri sekaligus dijadikan implementasi nilai Pancasila di lingkungan sekolah.
Begitu kata Kepala BNPT saat melakukan Sosialisasi Ideologi Pancasila Angkatan V Tahun 2021 bagi pengurus OSIS SMAN dan SMKN di Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (3/12).
Baca juga: AHY Hormati Sikap Politik PDIP, Tekankan Pentingnya Kritik Konstruktif dalam Demokrasi
Boy Rafli lantas mengajak pengurus OSIS SMAN dan SMKN di Provinsi DKI Jakarta melawan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme di lingkungan sekolah.
Dikatakan, melalui beragam aktivitas yang positif, OSIS diharapkan mampu mengenalkan makna toleransi, gotong royong serta demokrasi bagi teman sebayanya.
"Sehingga ideologi transnasional yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa dapat ditangkal." ujar dia, dilansir Sabtu (4/11)
Kepala BNPT menjelaskan tren radikalisasi di dunia maya kepada anak muda jumlahnya banyak. Melalui konten dan narasi provokatif yang dikemas dengan narasi agama tanpa mengindahkan nilai kebangsaan.
Baca juga: WHO Waspadai Penyebaran Hantavirus dari Hewan Pengerat
Hal ini secara langsung membuat tingginya intoleransi dan radikalisme di kalangan pelajar. Menyikapi hal tersebut, Boy Rafli menegaskan bahwa agama dan Pancasila adalah dua hal yang tidak dapat disamakan. Namun keduanya merupakan unsur penting yang harus berjalan beriringan.
Agama merupakan tiang kehidupan sedangkan Pancasila adalah tuntunan berbangsa dan bernegara yang telah mempersatukan perbedaan.
"Agama adalah agama, Pancasila adalah Pancasila, agama mengatur hubungan dengan sang pencipta, dan ideologi Pancasila mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya
Baca juga: Pemprov DKI Tangkap 10 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pemusnahan Dilakukan Sesuai SOP Lingkungan
Boy Rafli mengajak pengurus OSIS untuk melakukan bela negara, yakni mengamalkan Pancasila, menjaga karakter kebangsaan mulai dari di lingkungan sekolah.
"Siswa siswi ke depan akan tampil sebagai pemimpin bangsa yang harus paham dengan jati diri bangsanya, mengamalkan Pancasila merupakan bentuk bela negara kita kepada Indonesia," tutupnya.
Editor : Redaksi
