Ini Tampang Oknum Pesilat yang Ditangkap Polrestabes Surabaya Atas Kasus Pengeroyokan

Ini Tampang Oknum Pesilat yang Ditangkap Polrestabes Surabaya Atas Kasus Pengeroyokan © mili.id

Surabaya - Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan sembilan pemuda yang merupakan anggota perguruan silat yang terlibat aksi pengeroyokan di Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, kota setempat pada 13 November lalu.

Aksi pengeroyokan tersebut juga sempat viral setelah diunggah oleh akun media sosial instagram @ashleygertald.

Baca juga: Ultimatum Warga: Spiritshaus Jangan Nekat Jual Miras di Barata Jaya

Dari sembilan pemuda yang telah ditetapkan sebagai tersangka aksi pengeroyokan tersebut dua diantaranya masih berusia dibawah umur.

Inisial dari tujuh tersangka ini diantaranya YM,21, warga Jalan Sedati Peranti, Gedangan Sidoarjo, APG, 19, warga, Sabola, Sidoarjo, MV, 19, warga Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo, FAP, 18, warga Jalan Gayungan, Surabaya, IM, 17, warga Jalan Raya Wadung Asri, Sidoarjo.

Sementara itu, tiga tersangka lain MRM, 20, PLS, 18, dan MFL, 17, warga Jalan Kendangsari, Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce mengungkapkan, sembilan orang yang berhasil ditangkap itu telah ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan.

"Kesembilan tersangka ini, ditangkap ikut dalam menganiaya korban saat kejadian tersebut. Para tersangka ini ada yang memukul menggunakan tangan kosong, tongkat bendera, dan benda-benda yang ada di lokasi seperti tempat sampah," ujar Pasma saat gelar kasus di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (8/6/2023).

Baca juga: Camat Mulyorejo Minta Penarikan Sewa SWK Jangan Dipaksakan Dulu

Pasma mengungkapkan, tidak ada motif tertentu terkait penyerangan tersebut. Tersangka ini awalnya menonton konser di lapangan Kodam V Brawijaya. Setelah selesai mereka konvoi menggunakan bendera dan mencari lawan.

"Mereka ini oknum perguruan silat PSHW, mereka mencari kelompok perguruan lain. Kebetulan ada korban dan korban dikeroyok karena dari perguruan silat lain," jelasnya.

Pasma menjelaskan kronologi tersebut berawal saat konvoi melintas di lokasi, ada satu oknum yang mengucapkan Sinsho ke rombongan tersangka.

"Oknum tersebut sempat dikejar, namun sempat dihalau oleh petugas keamanan Bank India. Ketika meneruskan perjalanan ada korban ini yang akhirnya menjadi sasaran," bebernya.

Baca juga: Eri Cahyadi: ASN Harus Bergerak Tanpa Menunggu Perintah, Aduan Warga Wajib Tuntas 24 Jam

Pasma berharap dan berpesan kepada seluruh masyarakat dan para petinggi perguruan silat agar tetap turut menjaga keamanan dan ketertiban Kota pahlawan ini.

"Kami berharap peristiwa tersebut tak terulang kembali di kota pahlawan ini. Kami terus melakukan berupaya agar kejadian yang sama tidak terulang kembali di Surabaya," terangnya.

Reporter: Rachmad FT

Editor : Redaktur



Berita Terkait