Jawa Timur

Khofifah Lantik IKA UNAIR Bali, Ajak Alumni Perkuat Ekonomi Daerah

Khofifah Lantik IKA UNAIR Bali, Ajak Alumni Perkuat Ekonomi Daerah © mili.id

Mili.id – Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh alumni UNAIR menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Ajakan tersebut disampaikan saat melantik Pengurus Wilayah (PW) IKA Unair Bali Masa Bakti 2025–2030 di Fourteen Roses Boutique Hotel, Legian, Kabupaten Badung, Kamis (16/7).

Baca juga: Khofifah dan Menhub Bahas Transportasi Terintegrasi, SRRL hingga Bandara Dhoho

Khofifah menegaskan, organisasi alumni tidak boleh hanya menjadi wadah silaturahmi, melainkan harus menjadi jembatan strategis yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pembangunan yang berdampak nyata.

"Alumni memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penghubung berbagai kekuatan. Kampus memiliki pakar ilmu pengetahuan, pemerintah memiliki kebijakan, dunia usaha memiliki pasar dan investasi. Jika semua itu dipertemukan melalui jejaring alumni, maka akan lahir berbagai inovasi yang memberikan manfaat lebih nyata bagi masyarakat," ujar Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menawarkan peluang kerja sama di sektor peternakan melalui program substitusi impor daging premium wagyu. Menurutnya, kebutuhan wagyu di Bali masih sangat tinggi dan selama ini dipenuhi melalui impor, padahal Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksinya sendiri.

Ia menjelaskan, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, telah memiliki sekitar 6.000 straw semen beku sapi unggul serta didukung tenaga inseminator dan pengawas kebuntingan yang siap mempercepat pengembangan sapi berkualitas.

"Saya rasa kebutuhan daging Wagyu di Bali sangat tinggi. Selama ini masih impor, padahal kita memiliki potensi besar untuk memproduksinya sendiri melalui kolaborasi lintas sektor," katanya.
Khofifah menilai tingginya harga wagyu yang mencapai lebih dari Rp1 juta per kilogram menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca juga: Khofifah Bersama Zulhas Salurkan Sembako Bagi Ojol dan Nelayan Gresik

Karena itu, pengembangan peternakan modern dinilai tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain wagyu, Pemerintah juga terus mengembangkan sapi Belgian Blue melalui program persilangan guna meningkatkan produktivitas daging nasional. Menurut Khofifah, jika program tersebut berjalan optimal, Indonesia berpeluang mengurangi bahkan menghentikan ketergantungan terhadap impor daging premium.

"Kita berharap bisa menuju swasembada daging, karena sesungguhnya substitusi impor sangat mungkin kita lakukan," tegasnya.

Baca juga: Khofifah Pastikan Jatim Siap Wujudkan Pelabuhan Hijau Modern

Sementara itu, Ketua PW IKA UNAIR Bali I Nyoman Dhukajaya menyampaikan bahwa nama Airlangga memiliki makna historis sebagai simbol persaudaraan antara Bali dan Jawa. Menurutnya, semangat tersebut harus terus dijaga oleh seluruh alumni melalui kolaborasi lintas profesi, lintas daerah, dan lintas generasi.

Ia meyakini jejaring alumni merupakan salah satu kekuatan terbesar sebuah perguruan tinggi dalam menciptakan ekosistem yang saling mendukung, membuka peluang, berbagi pengetahuan, serta melahirkan kemajuan bersama.

Pelantikan PW IKA UNAIR Bali diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi strategis yang mampu memperkuat pembangunan ekonomi daerah, mempercepat kemandirian pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bali maupun Indonesia.

Editor : Redaksi



Berita Terkait