Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak saat konferensi pers jelang lawan Arema FC di lanjutan BRI Super League, 23 April 2026. (c) dok.Persib Bandung
Mili.id – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pemainnya jelang laga terakhir BRI Super League 2025/2026 menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026) sore.
Meski Persib hanya membutuhkan satu poin untuk mengunci gelar juara musim ini, Hodak menegaskan bahwa timnya belum memenangkan apa pun. Ia tidak ingin para pemain terlena oleh euforia juara yang mulai merebak di kalangan Bobotoh maupun masyarakat Bandung.
Baca juga: Persib Juara Lagi! Maung Bandung Resmi Cetak Hattrick Gelar dan Kukuhkan Dominasi di Indonesia
Pelatih asal Kroasia itu bahkan melarang seluruh elemen tim membicarakan konvoi maupun pesta perayaan sebelum pertandingan benar-benar usai."Itu sepenuhnya omong kosong, kita belum memenangkan apa pun," tegas Hodak.
Menurutnya, pembicaraan mengenai selebrasi juara justru dapat menjadi bumerang bagi Maung Bandung. Selain berpotensi mengganggu fokus pemain, isu tersebut juga bisa menjadi suntikan motivasi bagi lawan yang datang dengan ambisi menggagalkan pesta Persib.
"Jika anda terus-menerus menunjukkan ini (soal pesta juara), anda akan memotivasi lawan dan pemain kami akan kehilangan fokus. Jadi, berhentilah membicarakan semua hal tentang konvoi," ujar Hodak.
Persijap Dinilai Bisa Jadi Batu Sandungan
Kewaspadaan Hodak bukan tanpa alasan. Persijap datang ke Bandung dengan modal cukup meyakinkan. Laskar Kalinyamat pernah menumbangkan Persib dengan skor 2-1 dan baru saja menahan imbang Borneo FC pada pertandingan sebelumnya.
Baca juga: Dedi Mulyadi Wacanakan Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar, Publik Langsung Heboh
Catatan tersebut membuat Hodak meminta anak asuhnya tampil dengan konsentrasi penuh selama 90 menit. Ia menilai Persijap memiliki kualitas yang cukup untuk menciptakan kejutan apabila Persib lengah. "Pemain harus siap 100 persen karena Persijap adalah tim yang bagus. Mereka bermain baik lawan Borneo FC, mereka memiliki beberapa hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir, jadi mereka pasti berbahaya. Mereka satu tim yang bisa mengalahkan kami," katanya.
Laga di GBLA diprediksi berlangsung dalam atmosfer panas. Ribuan Bobotoh dipastikan memadati stadion untuk menyaksikan peluang Persib mengakhiri musim dengan gelar juara di depan pendukung sendiri.
Mario Lemos: Tidak Ada yang Mustahil
Di kubu lawan, pelatih Persijap, Mario Lemos, mengaku tidak gentar menghadapi tekanan suporter Persib. Ia justru menjadikan atmosfer GBLA sebagai motivasi tambahan bagi timnya.
Baca juga: Peluang Juara Macan Kemayoran Sirna
Lemos meminta para pemain Persijap bermain lepas dan menikmati pertandingan tanpa beban. Ia percaya rekor tak terkalahkan Persib di kandang masih bisa dipatahkan.
"Besok pasti penonton akan memenuhi stadion. Dan saya ingin pemain kami enjoy, tidak ada tekanan dan main dengan cara yang sama. Keberadaan suporter Persib juga akan memberikan motivasi kita juga. Persib memang belum pernah kalah di kandang, tapi dalam sepak bola, tidak ada yang tidak mungkin," ujar Lemos.
Dengan gelar juara yang sudah di depan mata, Persib memang berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Namun pesan Hodak jelas: pesta boleh menunggu, fokus meraih hasil di lapangan adalah prioritas utama. Sabtu sore nanti akan menjadi penentu apakah Maung Bandung benar-benar mampu mengakhiri musim dengan senyum kemenangan atau justru mendapat perlawanan sengit dari Persijap yang datang untuk merusak pesta.
Editor : Muhammad
