Mili.id – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan bakat seni mahasiswa dengan menyiapkan 15 cabang lomba untuk ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 di Jember, Jawa Timur. Persiapan itu dilakukan melalui Pekan Seni Mahasiswa Internal Kampus (Peksimika) yang diikuti 114 mahasiswa dari delapan fakultas.
Ajang Peksimika bukan hanya menjadi arena kompetisi seni, tetapi juga ruang ekspresi bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah maupun nasional.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unpatti, Nur Aida Kubangun, menegaskan bahwa seni memiliki kekuatan besar dalam menyatukan perbedaan dan membangun harmoni di tengah keberagaman.
“Seni mampu menyatukan perbedaan menjadi sebuah harmoni. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unpatti bukan hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki rasa budaya dan kreativitas,” ujarnya di Ambon, Rabu.
Menurutnya, para peserta telah memperlihatkan kemampuan terbaik dalam berbagai cabang lomba seni yang dipertandingkan. Para juara nantinya akan mengikuti seleksi tingkat daerah bersama perguruan tinggi lain di Maluku sebelum melangkah ke tingkat nasional pada Peksiminas di Jember.
Adapun 15 cabang lomba yang dipersiapkan Unpatti meliputi baca puisi putra, penulisan puisi, penulisan cerpen, penulisan lakon, monolog, tari, fotografi, melukis, komik strip, desain media cetak, desain media sosial, solo dangdut, solo seriosa, solo pop, dan vocal group.
Nur Aida berharap mahasiswa Unpatti mampu membawa nama baik Maluku di tingkat nasional melalui ajang seni bergengsi tersebut.
“Nantinya akan ada 15 mata lomba di Peksiminas, kami berharap doa dan dukungan untuk mengharumkan nama Maluku,” katanya.
Ia menilai Peksimika perlu terus dilaksanakan karena membuktikan bahwa mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu mampu menghasilkan karya seni yang berkualitas dan kompetitif.
“Ini menjadi bukti bahwa seni bersifat universal dan memiliki tempat di hati siapa saja meski berasal dari disiplin ilmu yang berbeda,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada mahasiswa agar terus menjaga budaya dan menjadikan seni sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
“Kampus yang unggul hidup dari mahasiswa yang berkarakter. Saya titipkan pesan teruslah berkarya, teruslah menjaga budaya,” katanya.
Sementara itu, Rektor Unpatti Freddy Leiwakabessy menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab untuk membangkitkan kecerdasan majemuk atau multiple intelligence mahasiswa, termasuk di bidang seni dan budaya.
“Kampus harus mampu membangkitkan multiple intelligence pada mahasiswa karena itu dimiliki oleh setiap orang, tinggal mana yang menonjol,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya mendorong agar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terus diaktifkan guna menjadi wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang.
Menurut Freddy, kegiatan seni mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kreativitas, hingga kepemimpinan generasi muda di masa depan.
Tak hanya fokus pada kompetisi, Unpatti juga mulai membangun jejaring dengan berbagai pihak di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya untuk membuka peluang pengembangan talenta mahasiswa.
“Saya sudah sampaikan ke WR III untuk mencari vendor-vendor di Jakarta, Bandung atau Surabaya yang berminat dengan talenta, Unpatti sedia. Ini kesempatan dan harus dilanjutkan untuk mendapatkan bakat luar biasa dari anak-anak kita,” katanya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Unpatti tidak hanya ingin mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga generasi muda kreatif yang mampu bersaing di panggung seni nasional sekaligus menjaga kekayaan budaya Indonesia.
Editor : Redaksi
