Mili.id – Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di wilayah Jawa Barat pada Selasa (5/5/2026), yang menelan korban jiwa di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, setelah satu warga dilaporkan hilang akibat longsor yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.
Baca juga: BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Bali
“Korban ditemukan pada hari yang sama sekitar pukul 17.25 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Saat kejadian, korban sedang melakukan aktivitas penebangan pohon di area tebing yang labil,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya.
Longsor di wilayah Kabupaten Bogor itu diduga dipicu kondisi tanah yang tidak stabil setelah hujan. Proses evakuasi langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan begitu laporan diterima.
Baca juga: TNI Bantah Tembak Warga di Tembagapura, Sebut OPM Jadikan Tameng
Sementara itu, korban jiwa lainnya juga ditemukan di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Kejadian ini terjadi pada Senin (4/5/2026) akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang menyebabkan tembok penahan tanah setinggi sekitar 2,5 meter roboh dan menimpa seorang petugas yang sedang memperbaiki saluran gorong-gorong.
Korban di Cianjur ditemukan sehari setelah kejadian dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh petugas ke rumah duka.
Baca juga: Tragedi Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Tewas Tertimbun Abu
BNPB mengingatkan bahwa saat ini sejumlah wilayah di Indonesia masih berada dalam periode rawan bencana hidrometeorologi basah, yang ditandai dengan tingginya curah hujan dan potensi tanah longsor, terutama di daerah perbukitan dan lereng terjal.
BNPB juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas di sekitar tebing atau lereng saat hujan deras, serta segera melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah kepada aparat setempat.
Editor : Redaksi
