Perumda Pasar Jaya mempercepat pengangkutan sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menyusul sorotan publik atas kondisi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan serta menjaga kenyamanan
Mili.id — Perumda Pasar Jaya mempercepat pengangkutan sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menyusul sorotan publik atas kondisi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan serta menjaga kenyamanan pedagang, pengunjung, dan warga sekitar.
vManager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menyatakan percepatan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi.
Baca juga: Tabrak Lari di Kalimalang, Sopir Pajero Ditangkap Usai Kabur, Ngaku Takut Diamuk Massa
“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” kata Topik dalam keterangan tertulis.
Penumpukan sampah di kawasan pasar tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah beredar luas di media sosial. Volume sampah diperkirakan mencapai sekitar 6.970 ton atau setara kurang lebih 410 truk tronton. Kondisi ini dipicu kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkut sejak 9 Maret 2026.
Sebagai respons, Perumda Pasar Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meningkatkan intensitas pengangkutan. Dalam dua hari terakhir, sebanyak 33 truk tronton dikerahkan, terdiri dari 20 armada pada hari sebelumnya dan 13 armada pada hari berikutnya. Pembersihan dilakukan secara bertahap hingga kondisi pasar dinyatakan normal.
Baca juga: Wakil Wali Kota Jaktim Pimpin Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kali Pasadenia
Di lapangan, petugas juga melakukan penertiban dan penyaringan (screening) sampah guna menjaga alur pembuangan tetap terkendali. Upaya ini dimaksudkan agar penanganan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mencegah penumpukan berulang.
Dalam kerangka kebijakan jangka pendek, Perumda Pasar Jaya tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit, yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026. Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga akan dioptimalkan untuk mendukung distribusi dan pengangkutan sampah.
Baca juga: Parkir Liar di Jaktim Mendadak “Raib” Usai Viral Foto AI, Petugas Disanksi
Untuk jangka panjang, perusahaan merencanakan penerapan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan, termasuk uji coba thermal hydrolysis dan sistem Manajemen Sampah Zero (MASARO), yang memungkinkan pengolahan dilakukan langsung dari sumber.
Perumda Pasar Jaya menyatakan langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan sampah di lingkungan pasar secara berkelanjutan.
Editor : Redaksi
