Seorang ibu pemudik asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sempat tertinggal di Rest Area KM 164 Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) berhasil dipertemukan kembali dengan keluarganya oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka, Jawa Barat, pada Jumat (27/3/20
Mili.id — Seorang ibu pemudik asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sempat tertinggal di Rest Area KM 164 Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) berhasil dipertemukan kembali dengan keluarganya oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka, Jawa Barat, pada Jumat (27/3/2026).
Dilansir dari Kompas, Peristiwa tersebut terjadi di tengah arus balik Lebaran 2026. Ibu pemudik itu ditemukan dalam kondisi kebingungan oleh petugas keamanan setempat setelah terpisah dari rombongan keluarganya saat beristirahat di rest area.
Baca juga: Hodak Rem Tegas Euforia Juara, Persib Diminta Fokus Hadapi Persijap
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka, AKP Pandu Renata Surya, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban tertinggal ketika pergi ke toilet, sementara kendaraan yang ditumpangi keluarganya telah melanjutkan perjalanan tanpa menyadari keberadaannya.
“Pihak keluarga baru menyadari yang bersangkutan tidak ada di dalam kendaraan setelah keluar dari rest area dan melanjutkan perjalanan menuju arah Jakarta,” kata Pandu dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3/2026).
Mengetahui kondisi tersebut, anggota Satlantas Polres Majalengka, Bripda Naufal Eriansyah, segera melakukan tindakan cepat dengan mengantar ibu tersebut untuk menyusul keluarganya. Polisi kemudian mengoordinasikan titik temu di Gerbang Tol (GT) Kertajati, KM 158.
Sementara itu, keluarga korban yang telah lebih dahulu tiba di sekitar GT Kertajati menepi dan menunggu dengan kondisi cemas. Pertemuan kembali berlangsung di lokasi tersebut, ditandai dengan pelukan haru antara ibu dan keluarganya.
Baca juga: Dedi Mulyadi Wacanakan Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar, Publik Langsung Heboh
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi kepada petugas kepolisian atas bantuan yang diberikan hingga proses reunifikasi dapat berlangsung aman.
AKP Pandu menegaskan bahwa langkah cepat yang dilakukan anggotanya merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepolisian selama periode arus mudik dan balik Lebaran, tidak hanya dalam pengaturan lalu lintas tetapi juga penanganan situasi darurat di lapangan.
“Kehadiran personel di jalur tol tidak hanya fokus pada kelancaran arus, tetapi juga memberikan pertolongan kepada pemudik yang mengalami kendala,” ujarnya.
Baca juga: Kebakaran Truk Gas di KM 93 Cipularang Diduga Akibat Kebocoran Tabung
Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, menambahkan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) telah diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama, sehingga kehadiran petugas diharapkan mampu memberikan rasa aman selama perjalanan,” kata Rita.
Peristiwa ini mencerminkan potensi risiko terpisahnya anggota keluarga saat perjalanan mudik, khususnya di titik-titik peristirahatan dengan mobilitas tinggi. Kepolisian mengimbau pemudik untuk memastikan seluruh anggota rombongan lengkap sebelum melanjutkan perjalanan guna menghindari kejadian serupa.
Editor : Redaksi
