Ning Ita melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (mamin) dengan fokus pada produk frozen food di tiga lokasi, yakni Pasar Tanjung, Sanrio, dan Superindo, Rabu (4/3/2026).
Mili.id - Pemerintah Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (mamin) dengan fokus pada produk frozen food di tiga lokasi, yakni Pasar Tanjung, Sanrio, dan Superindo, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Jelang Iduladha Begini Kondisi Stok dan Harga Bahan Pokok di Kudus
Sidak dipimpin langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, bersama tim keamanan pangan untuk memastikan keamanan produk makanan beku yang beredar di pasaran.
Menurut Ika Puspitasari, perhatian terhadap frozen food meningkat seiring perubahan pola hidup masyarakat yang kini cenderung serba instan dan cepat.
“Terjadi degradasi atau perubahan pola hidup. Masyarakat sekarang lebih menyukai dan mengonsumsi makanan frozen untuk kebutuhan keluarga. Maka kita memberikan atensi terhadap makanan frozen ini, terutama terkait tingkat keamanan pangannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, aspek utama yang dicek dalam sidak adalah sistem penyimpanan, khususnya suhu pada cooler atau lemari pendingin di swalayan dan pasar modern.
“Kita cek bagaimana perlakuan penyimpanan saat berada di swalayan, apakah suhunya sudah sesuai atau belum. Ini sangat berpengaruh terhadap kualitas makanan dan bisa menjadi tidak aman jika proses penyimpanannya tidak sesuai dengan yang disarankan di kemasan,” tegasnya.
Sesuai aturan keamanan pangan, lanjutnya, setiap produk frozen food yang disimpan dalam cooler wajib disertai pencatatan suhu minimal dua kali sehari. Pencatatan ini menjadi indikator penting dalam pengawasan.
Baca juga: Satgas Mojokerto Gerebek 7 Titik Galian C Ilegal di Lahan Pertanian, Produksi Capai 70 Rit per Hari
“Harus ada pencatatan suhu minimal sehari dua kali. Itu yang akan dicek oleh tim keamanan pangan untuk memastikan penyimpanan sudah sesuai aturan,” imbuhnya.
Selain swalayan modern, tim juga melakukan pengecekan di Pasar Tanjung sebagai pasar induk di Kota Mojokerto. Di lokasi tersebut, pemkot memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok dan penting tetap aman.
“Di Pasar Tanjung sebagai pasar induk, kita memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harga tetap terjangkau. Kalau pasokan jelas dan distribusi lancar, maka harga juga aman,” katanya.
Ia menambahkan, selama kondisi Kota Mojokerto kondusif dan tidak ada gangguan distribusi antarwilayah dari daerah produsen menuju pengecer, maka suplai pangan dipastikan stabil.
Baca juga: Bupati Sidoarjo Sidak Sukodono, Salurkan Kursi Roda dan Pastikan Layanan Warga Rentan
Dalam sidak tersebut, tim juga menemukan sejumlah produk yang dicurigai dan akan diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium. Diantaranya babat.
“Kalau ada yang dicurigai, akan kita ambil sampelnya untuk dibawa ke laboratorium. Untuk memastikan keamanan pangan itu harus melalui uji lab, tidak bisa hanya dilihat secara kasat mata,” tandasnya.
Melalui sidak ini, Pemkot Mojokerto berharap masyarakat semakin tenang dalam mengonsumsi produk frozen food, sekaligus mendorong pelaku usaha agar disiplin menerapkan standar keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor : Redaksi
